Lino Klaim Pelindo II Untung Besar dari Kontrak JICT

Jum'at, 30 Oktober 2015 - 21:24 WIB
Lino Klaim Pelindo II...
Lino Klaim Pelindo II Untung Besar dari Kontrak JICT
A A A
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II (Persero) RJ Lino mengklaim perseroan meraup banyak untung dengan dipercepatnya perpanjangan kontrak kerja sama dengan Hutchison Port Holding terkait pengelolaan PT Jakarta International Container Terminal (JICT).

Perpanjangan kontrak kerja sama dengan Hutchison yang seharusnya baru diperpanjang pada 2019, telah diperpanjang lebih dulu oleh Pelindo II pada 2014.

Lino mengatakan, perpanjangan kontrak tersebut sejatinya tidak merugikan Pelindo II, namun justru menguntungkan dengan mayoritas kepemilikan saham menjadi 51% dan total manfaat senilai USD486,5 juta.

Selain itu, masuknya dana segar dari hasil perpanjangan akan memberikan multiplier effect terhadap percepatan kegiatan investasi kepelabuhanan di Indonesia, dan memberikan relaksasi terhadap tekanan keuangan perusahaan.

"IPC mendapatkan berbagai manfaat, termasuk kepemilikan saham IPC dari 49% di JICT menjadi 51%, up front fee sebesar USD215 juta, serta tidak perlu mengeluarkan biaya technical know-how sebesar USD41,3 juta sampai 2019," katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Sementara, Direktur Keuangan Pelindo II Orias P Moedak membeberkan, perpanjangan ini juga sesuai perkembangan pasar di mana operator terminal petikemas internasional akan bertambah dengan NewPriok Container Terminal 1,2, dan 3.

Sebab itu, IPC merasa perlu untuk melakukan renegosiasi syarat dan kondisi perjanjian yang lebih menguntungkan Pelindo II.

Keuntungan lainnya, sambung Orias‎, terminal JICT akan dikembalikan kepada Pelindo II dan diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan sebesar USD81 juta sampai 2018, serta uang muka sewa KSO TPK Koja sebesar USD5 juta.

"Peningkatan nilai sewa JICT yang dipercepat dan berlaku segera tanpa menunggu berakhirnya perjanjian lama ini akan memberikan peningkatan manfaat sebesar USD110 juta," sebut dia.

Orias menambahkan, dengan perpanjangan ini‎ Pelindo II terhindar dari kewajiban membayar kembali nilai sisa asset saat berakhirnya kontrak sebesar USD58 juta. Serta, memberikan preseden baik mengenai kepastian iklim usaha bagi investor asing di Indonesia.

"Ini juga menciptakan persaingan antar operator terminal terbaik di dunia untuk jasa ekspor impor di Tanjung Priok, yaitu konsorsium Mitsui di Pelabuhan Kalibaru yang berencana beroperasi tahun depan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Pelindo II Tunda IPO...
Pelindo II Tunda IPO dan Akuisisi Pelabuhan Asing
Erick Thohir Rombak...
Erick Thohir Rombak Direksi Pelindo I hingga IV, Ada Apa?
Banyak SDM Kurang Tahan...
Banyak SDM Kurang Tahan Tekanan di Dunia Kerja, Ini Penyebabnya
Bos Pelindo II Blak-blakan...
Bos Pelindo II Blak-blakan Soal Merger, Bakal Banyak PHK?
Berita Terkini
Prabowo Sentil Pihak...
Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
7 menit yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Irit BBM, Hemat Pengeluaran untuk Penggunaan Harian
28 menit yang lalu
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
30 menit yang lalu
Dulu Diperebutkan hingga...
Dulu Diperebutkan hingga Rp1,6 Juta per Barel, Kini Minyak Dunia Malah Mencari Pembeli
1 jam yang lalu
Menutup Kesenjangan...
Menutup Kesenjangan Komunikasi Talenta Indonesia untuk Genjot Kinerja Bisnis di Era AI
1 jam yang lalu
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved