Ekonomi Melemah, Uang Orang Kaya China Eksodus

Selasa, 03 November 2015 - 12:28 WIB
Ekonomi Melemah, Uang...
Ekonomi Melemah, Uang Orang Kaya China Eksodus
A A A
BEIJING - Jajaran orang kaya China terus melonjak. Akibat ekonomi mereka yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan, orang kaya China memilih mengirimkan uangnya ke luar negeri pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya (eksodus) untuk mencari investasi yang lebih aman.

Banjirnya uang tunai di seluruh dunia, menaikkan harga real estate di Sydney, New York, Hong Kong dan Vancouver. China menghabiskan hampir USD30 miliar untuk investasi rumah di Amerika Serikat (AS) pada tahun yang berakhir Maret lalu, membuat mereka menjadi pembeli asing terbesar real estate di Negara Paman Sam.

Orang kaya China rata-rata membeli rumah dengan harga sekitar USD832.000. Tren yang sama terjadi di Sydney, di mana investor China membeli seperempat rumah baru di Negeri Kanguru itu dan diperkirakan pengeluaran mereka meningkat dua kali lipat pada akhir dekade ini.

Di Vancouver, China telah mendorong harga real estate naik dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Di Hong Kong, harga rumah naik 60% sejak 2010. Secara total, UBS Grup memperkirakan sebanyak USD324 miliar dana pindah pada tahun lalu. Sementara angka tahun ini belum dirilis.

Namun Goldman Sachs menghitung, selama tiga pekan saja pada Agustus setelah China mendevaluasi mata uangnya ada sekitar USD200 miliar yang mungkin telah lari keluar.

Jadi bagaimana dana bisa keluar ketika China membatasi aturan-aturan yang memungkinkan mereka untuk mengonversi hanya USD50.000/orang setiap tahunnya?

Metode termasuk bank bawah tanah ilegal, transfer melalui tempat penukaran uang di Hong Kong, membawa uang tunai melewati perbatasan dan penyatuan kuota dari keluarga dan teman, praktek yang dikenal dengan nama smurfing. Transfer terjadi di wilayah abu-abu legalitas lintas batas, apa sesuatu yang sangat sah di negara lain dapat menentang hukum di China.

"Itu tidak sesuai hukum untuk orang yang menggunakan jalur rahasia untuk memindahkan uang ke luar negeri karena ini adalah penyelundupan. Tapi pemerintah telah laissez-faire (membiarkan) sampai saat ini," kata Profesor Keuangan di Shanghai University of Finance & Economic Xi Junyang, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (3/11/2015).

Sekarang, pembuat kebijakan mulai serius menyikapi arus dana keluar tersebut. Meskipun tidak akan kehabisan uang, China telah meningkatkan penindasan atas bank bawah tanah ilegal dalam menyalurkan uang tunai ke luar negeri. Pembuat kebijakan juga tengah berusaha untuk menangkap para pejabat yang diduga melarikan diri ke luar negeri dengan dana pemerintah.

Secara jangka panjang, China telah berjanji untuk menghapus kontrol mata uangnya dan membuat yuan sepenuhnya convertible pada 2020.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
9 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
11 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved