Menaker: Proyek Listrik 35.000 MW Serap 3,65 Juta Pekerja

Selasa, 03 November 2015 - 20:24 WIB
Menaker: Proyek Listrik...
Menaker: Proyek Listrik 35.000 MW Serap 3,65 Juta Pekerja
A A A
JAKARTA - Proses pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW ditargetkan mampu menyerap 3,65 juta tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 650.000 orang diperkirakan bakal diserap secara langsung dalam proses pembangunan, dan sekitar 3 juta orang lainnya akan terserap secara tidak langsung.

Namun, proses pembangunan pembangkit listrik tersebut harus memperhatikan faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta harus didukung ketersediaan pekerja terampil, berkompeten dan bersertifikasi keahlian kerja.

"Proses pembangunan pembangkit listrik untuk menambah ketersediaan tenaga listrik di Indonesia ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Menaker menjelaskan, tenaga listrik mempunyai peran sangat penting dan strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional, sehingga perlu terus ditingkatkan agar tersedia tenaga listrik dalam jumlah cukup, merata, dan bermutu.

"Penyediaan tenaga listrik bersifat padat modal dan teknologi. Karena itu, peran pemerintah dan masyarakat dalam penyediaan tenaga listrik perlu secara terus menerus ditingkatkan agar dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Hanif mengatakan, selama ini pemerintah terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru seluas-luasnya sekaligus dan menekan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan menerbitkan paket-paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan Presiden Jokowi.

"Kebijakan paket-paket deregulasi seperti investasi, insentif listrik, harga BBM, aturan pengupahan serta insentif lainnya sangat bisa mengurangi angka PHK. Peluang kesempatan kerja sebanyak-banyaknya juga didorong kebijakan tersebut," jelas dia.

Selain itu, kata Hanif pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha kondusif agar dunia usaha, baik sektor hulu maupun hilir, tetap bergairah melakukan investasi di Indonesia serta memiliki daya saing yang tinggi, sehingga dapat bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"Hal lain yang dibutuhkan adalah ketersediaan tenaga kerja terampil, berkompeten dan bersertifikasi keahlian kerja. Kita terus dorong agar secara kualitas dan kuantitas para pekerja kita mampu bersaing dan tampil sejajar dengan pekerja lainnya," tandas Hanif.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengembangan Industri...
Pengembangan Industri Baterai EV Wujudkan Realisasi Investasi dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Penjualan Tergerus Pesaing...
Penjualan Tergerus Pesaing China, Tesla Bakal PHK 10% Tenaga Kerja
Layanan Sistem Komputerisasi...
Layanan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Kembali Dibuka
Sinergi Perkuat Aspek...
Sinergi Perkuat Aspek Safety, Elnusa Petrofin dan KNKT Gelar Program Mitigasi Risiko dan Rekomendasi Keselamatan Transportasi BBM
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
55 menit yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
1 jam yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
1 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
2 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
2 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
2 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved