Tom Lembong Terkejut Ekonomi RI Kembali Terkerek
Kamis, 05 November 2015 - 15:03 WIB
Tom Lembong Terkejut Ekonomi RI Kembali Terkerek
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong mengaku cukup terkejut dengan rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2015 yang terkerek menjadi 4,73%. Pasalnya, hal ini di luar perkiraannya yang memprediksi bahwa ekonomi Indonesia masih akan melambat.
Dia mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2015 ini merupakan berita positif. Hal ini menunjukkan ekonomi Tanah Air berangsur stabil.
"Terus terang itu (pertumbuhan ekonomi 4,73%) berita lumayan positif. Saya pribadi dari beberapa bulan lalu selalu agak konservatif. Saya kemaren prediksi perlambatan akan terus, artinya pertumbuhan jatuh terus. Kalau sudah ada tanda-tanda stabilisasi merupakan kabar menggembirakan," katanya di Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Tom percaya, dengan semakin positifnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berdampak pada kondisi ekspor Indonesia. Terpenting, upaya yang harus dilakukan saat ini dengan melakukan stabilisasi terhadap kondisi ekspor Indonesia.
"Dalam beberapa tahun ini ekspor impor kita kontraksi terus, jadi target pertama dalam periode kontraksi itu stabilitasi dulu setelah stabil baru kita tumbuh," imbuhnya.
Pasalnya, sambung Tom, dalam satu tahun terakhir kondisi ekspor dan impor Indonesia mengalami kontraksi cukup dalam. Di mana ekspor terkontraksi 14% dan impor 17%.
"Umpamanya tahun depan bisa flat artinya enggak terlalu naik atau turun itu sudah perkembangan menggembirakan. Baru setelah itu pertumbuhan," tandasnya.
Baca Juga;
Ekonomi Indonesia Kuartal III Tumbuh 4,73%
Ini Sektor Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III
Dia mengatakan, realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2015 ini merupakan berita positif. Hal ini menunjukkan ekonomi Tanah Air berangsur stabil.
"Terus terang itu (pertumbuhan ekonomi 4,73%) berita lumayan positif. Saya pribadi dari beberapa bulan lalu selalu agak konservatif. Saya kemaren prediksi perlambatan akan terus, artinya pertumbuhan jatuh terus. Kalau sudah ada tanda-tanda stabilisasi merupakan kabar menggembirakan," katanya di Jakarta, Kamis (5/11/2015).
Tom percaya, dengan semakin positifnya angka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berdampak pada kondisi ekspor Indonesia. Terpenting, upaya yang harus dilakukan saat ini dengan melakukan stabilisasi terhadap kondisi ekspor Indonesia.
"Dalam beberapa tahun ini ekspor impor kita kontraksi terus, jadi target pertama dalam periode kontraksi itu stabilitasi dulu setelah stabil baru kita tumbuh," imbuhnya.
Pasalnya, sambung Tom, dalam satu tahun terakhir kondisi ekspor dan impor Indonesia mengalami kontraksi cukup dalam. Di mana ekspor terkontraksi 14% dan impor 17%.
"Umpamanya tahun depan bisa flat artinya enggak terlalu naik atau turun itu sudah perkembangan menggembirakan. Baru setelah itu pertumbuhan," tandasnya.
Baca Juga;
Ekonomi Indonesia Kuartal III Tumbuh 4,73%
Ini Sektor Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III
(izz)
Lihat Juga :