Rupiah Pekan Depan Diramal Tertekan
Minggu, 08 November 2015 - 13:19 WIB
Rupiah Pekan Depan Diramal Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis Investa Saran Mandiri, Hans Kwee memperkirakan laju rupiah pekan depan cenderung tertekan akibat isu naiknya suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akhir tahun ini.
Hans menjelaskan, dengan adanya sentimen itu membuat pelaku pasar melakukan penyesuaian, sehingga membawa lari dananya dari Tanah Air. (Baca: Data Kerja Positif, Bikin AS Pede Naikkan Suku Bunga)
"Pasar selalu menyesuaikan, muncul capital outflow di pasar keuangan yang membuat rupiah tertekan karena faktor itu," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (8/11/2015).
Hans memperkirakan rupiah pada pekan depan akan berada pada rentang support Rp13.420-Rp13.200/USD dan resistance Rp13.640-Rp13.745/USD.
Sementara dari dalam negeri, Hans menyampaikan, kondisi cadangan devisa Bank Indonesia (BI) yang menurun membuat investor sadar penguatan rupiah bukan akibat banyaknya dana asing yang masuk.
"Indikasi penguatan rupiah sebelumnya pada bulan lalu oleh intervensi BI, bukan derasnya aliran modal yang masuk," tegasnya.
Menurut Hans, ini menyebabkan kekhawatiran di pasar. Kendati demikian pergerakan rupiah tidak akan terjun bebas dalam tren pelemahan.
Hans menjelaskan, dengan adanya sentimen itu membuat pelaku pasar melakukan penyesuaian, sehingga membawa lari dananya dari Tanah Air. (Baca: Data Kerja Positif, Bikin AS Pede Naikkan Suku Bunga)
"Pasar selalu menyesuaikan, muncul capital outflow di pasar keuangan yang membuat rupiah tertekan karena faktor itu," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (8/11/2015).
Hans memperkirakan rupiah pada pekan depan akan berada pada rentang support Rp13.420-Rp13.200/USD dan resistance Rp13.640-Rp13.745/USD.
Sementara dari dalam negeri, Hans menyampaikan, kondisi cadangan devisa Bank Indonesia (BI) yang menurun membuat investor sadar penguatan rupiah bukan akibat banyaknya dana asing yang masuk.
"Indikasi penguatan rupiah sebelumnya pada bulan lalu oleh intervensi BI, bukan derasnya aliran modal yang masuk," tegasnya.
Menurut Hans, ini menyebabkan kekhawatiran di pasar. Kendati demikian pergerakan rupiah tidak akan terjun bebas dalam tren pelemahan.
(dmd)