Konsumsi Batu Bara Global Menuju Penurunan Terbesar

Senin, 09 November 2015 - 11:39 WIB
Konsumsi Batu Bara Global...
Konsumsi Batu Bara Global Menuju Penurunan Terbesar
A A A
BRUSSELS - Konsumsi batu bara global menuju penurunan terbesar dalam sejarah, didorong oleh usaha China mengurangi polusi, reformasi ekonomi dan upaya untuk mempromosikan energi terbarukan.

Berdasarkan laporan yang dirilis Greenpeace, konsumsi global dari bahan bakar yang paling berpolusi ini turun 2,3% menjadi 4,6% dalam sembilan bulan pertama tahun ini dari periode yang sama tahun lalu. Penurunan itu sebanyak 180 juta ton batu bara, 40 juta ton lebih banyak dari Jepang yang digunakan pada periode yang sama.

Laporan yang muncul sebelum rilis Badan Energi Internasional tersebut menegaskan bahwa upaya di seluruh dunia untuk memerangi pemanasan global memiliki dampak signifikan pada industri batu bara, yang merupakan sumber terbesar emisi karbon.

"Kecenderungan ini menunjukkan bahwa apa yang disebut booming batu bara global dalam dekade pertama abad ke-21 adalah fatamorgana," kata juru kampanye energi dan batu bara di Greenpeace Lauri Myllyvirta, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (9/11/2015).

Penurunan konsumsi batu bara akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, yang menyebabkan pemanasan global di planet ini. Greenpeace menuturkan, untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 2 derajat Celsius atau 3,6 derajat Fahrenheit, emisi dari batu bara harus berkurang 4% per tahun hingga 2040.

Di China, yang mengonsumsi setengah dari permintaan batu bara dunia, yang digunakan di sektor listrik turun lebih dari 4% pada tiga kuartal pertama dan impor menurun 31%. Sejak akhir 2013, pertumbuhan konsumsi listrik negara itu sebagian besar telah diganti oleh energi baru terbarukan.

"China sekarang mencatat ada penambahan satu pembangkit listrik tenaga batu bara menganggur tiap minggunya," ungkap laporan itu.

Batu bara yang digunakan untuk menghasilkan listrik di Amerika Serikat (AS) akan jatuh 36% pada tahun ini dari 50% dalam satu dekade lalu. Lebih dari 200 pembangkit listrik tenaga batu bara, dengan total kapasitas 83 gigawatt dijadwalkan pensiun, termasuk pembangkit kapasita 13 gigawatt diperkirakan pensiun tahun ini.

Konsumsi batu bara di 28-negara Uni Eropa mendatar dalam sembilan bulan pertama, setelah turun 6,5% pada 2014. Di India, produksi batu bara dalam negeri telah meningkat, dengan penjualan oleh Coal India naik 7% dalam sembilan bulan pertama, dan konsumsi bertambah sekitar 5%. Upaya India untuk mempromosikan energi terbarukan juga mengurangu permintaan batu bara dan stok di dalam negeri telah meningkat tajam.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
14 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
21 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
29 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
56 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved