Laju Rupiah Berpeluang Alami Pelemahan Lanjutan
Selasa, 10 November 2015 - 08:33 WIB
Laju Rupiah Berpeluang Alami Pelemahan Lanjutan
A
A
A
JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berpeluang mengalami pelemahan lanjutan dipicu sentimen negatif.
"Jika sentimen peluang kenaikan suku bunga The Fed masih terus mewarnai kondisi pasar maka terbuka peluang rupiah kembali mengalami pelemahan lanjutan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (10/11/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang akan muncul. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.676-Rp13.712/USD.
Sementara tekanan rupiah kemarin dipicu menguatnya USD, menyusul membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS). Menguatnya USD berbarengan dengan munculnya persepsi akan pastinya kenaikan Fed rate di akhir tahun.
Pelaku pasar cenderung menransaksikan mata uang USD dibandingkan mata uang lainnya. Akibatnya, laju USD mengalami kenaikan terhadap beberapa mata uang lainnya," ujarnya.
"Rupiah ikut terkena imbasnya. Harapan akan adanya kenaikan kembali pada rupiah pun kian pupus," pungkasnya.
"Jika sentimen peluang kenaikan suku bunga The Fed masih terus mewarnai kondisi pasar maka terbuka peluang rupiah kembali mengalami pelemahan lanjutan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (10/11/2015).
Karena itu, dia menyarankan untuk tetap mencermati sentimen yang akan muncul. Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.676-Rp13.712/USD.
Sementara tekanan rupiah kemarin dipicu menguatnya USD, menyusul membaiknya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS). Menguatnya USD berbarengan dengan munculnya persepsi akan pastinya kenaikan Fed rate di akhir tahun.
Pelaku pasar cenderung menransaksikan mata uang USD dibandingkan mata uang lainnya. Akibatnya, laju USD mengalami kenaikan terhadap beberapa mata uang lainnya," ujarnya.
"Rupiah ikut terkena imbasnya. Harapan akan adanya kenaikan kembali pada rupiah pun kian pupus," pungkasnya.
(rna)