KKP Kembangkan Kawasan Ekonomi Berbasis Perikanan

Rabu, 11 November 2015 - 07:09 WIB
KKP Kembangkan Kawasan...
KKP Kembangkan Kawasan Ekonomi Berbasis Perikanan
A A A
MAKASSAR - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pengembangan kawasan ekonomi berbasis perikanan budidaya terintegrasi, melalui program minapolitan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menjelaskan, minapolitan merupakan konsepsi pembangunan ekonomi berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan pembangunan.

"Kawasan minapolitan perikanan budidaya telah berhasil menjadi embrio munculnya kawasan industri perikanan budidaya baru dan berkembangnya perekonomian daerah. Keberhasilan ini menjadi contoh daerah lain yang memiliki potensi serupa, sehingga memberikan dampak positif bagi daerah lain," ujarnya dalam acara Konsolidasi Minapolitan Perikanan Budidaya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/11/2015) malam.

Dia mengatakan, sebuah kawasan minapolitan perikanan budidaya sedianya memerlukan integrasi sistem dari hulu sampai hilir yang meliputi produksi, pengolahan dan pemasaran yang didukung sarana dan prasarana yang memadai.

"Pengembangan kawasan minapolitan perikanan budidaya merupakan salah satu pengembangan kawasan yang konsisten sampai saat ini. Dari kawasan minapolitan perikanan budidaya, muncul pengembangan kawasan technopark, yang bersinergi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan ke depan, kawasan minapolitan perikanan budidaya menjadi sentra-sentra pengembangan perikanan yang berbasis kawasan," terang Slamet.

Menurutnya, ‎kawasan minapolitan perikanan budidaya juga menjadi bukti adanya kemandirian wilayah tersebut untuk mengembangkan perekonomian berbasis perikanan budidaya. "Kawasan minapolitan perikanan budidaya yang mandiri, sebagai contohnya adalah di Kabupaten Bogor dan juga Kabupaten Banjarnegara," imbuh Slamet.

Kawasan minapolitan perikanan budidaya, juga menjadi bagian dalam kegiatan meningkatkan keterkaitan desa-kota di 39 pusat pertumbuhan.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Perikanan Budidaya (DJPB) mendukung peningkatan keterkaitan desa dan kota. Seperti di Raja Ampat, Seram Bagian Barat, Gorontalo Utara, Morowali, Pinrang, Sambas, Banjar, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Tengah, Banyuwangi, Tabanan, Aceh Timur, Pesisir Selatan, Banyuasin, OKU Timur, Bengkulu Utara, Tulang Bawang dan Bangka Selatan," papar Slamet.

Dia menambahkan, berbagai upaya seperti Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI), Gerakan Penggunaan Induk Unggul (GAUL), Gerakan Vaksinasi Ikan (GERVIKAN) dan program perikanan budidaya lainnya, akan terus dikembangkan dan digaungkan dari kawasan minapolitan.

"Minapolitan perikanan budidaya akan terus didorong menjadi kawasan unggulan yang mandiri dan mampu menghasilkan produk perikanan berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut. Dan, yang perlu di perhatikan dalam pengembangan kawasan ini adalah keberlanjutan usaha dan lingkungan. Sehingga, keunggulan kawasan ini akan dapat dinikmati dan di teruskan oleh generasi yang akan datang," pungkas Slamet.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
53 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved