HT: Banyak Nelayan Belum Sejahtera

Rabu, 11 November 2015 - 12:40 WIB
HT: Banyak Nelayan Belum...
HT: Banyak Nelayan Belum Sejahtera
A A A
PEKALONGAN - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, perencanaan strategi pembangunan yang hanya terfokus pada kalangan ekonomi menengah ke atas mengakibatkan kesenjangan sosial semakin meningkat.

Seahingga mengakibatkan jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin semakin lebar. Misalnya masih banyak kehidupan nelayan tidak sejahtera, padahal potensi laut Indonesia sangat besar.

"Kita lautnya paling besar, justru kemiskinan banyak di para nelayan," katanya di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), Selasa, 10 November 2015.

Bahkan, di hadapan kader Partai Perindo Jawa Tengah, HT sempat mengucapkan lirik salah satu lagu Koes Plus. "Kita dulu nyanyi bukan lautan tapi hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu," senandung HT dihadapan kader Partai Perindo Jateng.

Namun sayangnya lagu tersebut saat ini tidak sesuai lagi dengan kenyataan. Padahal, potensi Indonesia yang sangat besar dengan beragam sumber daya alam yang melimpah seperti laut yang luas dengan berbagai potensinya. Namun sayangnya, sumber daya alam ini tidak diimbangi dengan pengelolaan manajemen yang baik oleh pemerintah.

Menurut HT apa yang dimiliki negara lain, juga dimiliki Indonesia. Namun, apa yang dimiliki Indonesia tidak dimiliki negara lain. Namun hal tersebut belum dikelola dengan benar.

Sebagai informasi berdasarkan data BPS 2011, sebesar 25% dari masyarakat miskin di Indonesia adalah nelayan.

Dalam temu kader tersebut, HT juga menegaskan basis perjuangan Partai Perindo adalah kesejahterakan Indonesia. Perindo hadir untuk mengatasi kesenjangan sosial yang semakin lama semakin melebar.
Kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah menjadi fokus utama permasalahan bangsa ini yang harus dituntaskan Partai Perindo.

(Teddy Febrianto)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunda Penangkapan Ikan Terukur
Baru Jabat, Menteri...
Baru Jabat, Menteri KKP Ingin Keliling Indonesia Bertemu Nelayan
Ini Hasil Perjuangan...
Ini Hasil Perjuangan Solidaritas Nelayan Indonesia usai Diterima Wamensesneg
KKP Legalkan Alat Cantrang,...
KKP Legalkan Alat Cantrang, Nelayan: Ini Mengancam
Rembuk Nelayan 2025,...
Rembuk Nelayan 2025, Meminta Prabowo Perhatikan Nasib Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan
Belasan Ribu Massa Nelayan...
Belasan Ribu Massa Nelayan Aksi Damai di Kementerian Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
37 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
45 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved