Boediono: Mengelola Ekonomi Ibarat Mengendarai Sepeda

Kamis, 12 November 2015 - 10:25 WIB
Boediono: Mengelola...
Boediono: Mengelola Ekonomi Ibarat Mengendarai Sepeda
A A A
DEPOK - Wakil Presiden (Wapres) RI ke-11 Boediono mengatakan, mengelola perekonomian di Tanah Air, khususnya ekonomi makro mirip seperti seseorang yang sedang mengendarai sepeda.

Dia mengatakan, analogi tersebut didapatkannya dari sebuah tamsil dari bacaan wajib, dan setelah puluhan tahun menggeluti dunia perekonomian, baik praktik maupun teori.

"Setelah menggeluti perekonomian dalam praktik, ada satu pelajaran yang masih melekat diingatan. Pelajaran itu berasal dari sebuah tamsil yang saya dapatkan dari bacaan wajib. Tamsil ini menganalogikan pengelolaan ekonomi makro dengan orang mengendarai sepeda," katanya saat menjadi keynote speaker dalam acara seminar Indonesia Economic Outlook 2016 di Universitas Indonesia (UI), Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Menurutnya, pada saat mengendarai sepeda si pengendara harus selalu menjaga keseimbangannya untuk dapat terus mengayuh sepeda tersebut. Tak hanya itu, sepeda pun harus selalu dikayuh dengan gerakan maju agar keseimbangan tetap terjaga.

‎Layaknya mengendarai sepeda, mengelola perekonomian makro pun membutuhkan keseimbangan dan stabilitas. Namun, keseimbangan tersebut tidak terlepas dari gerakan mengayuh maju, dalam hal ini diibaratkan sebagai pertumbuhan.

"Keseimbangan dan stabilitas tidak bisa dilepas dari gerakan mengayuh maju yaitu pertumbuhan," imbuh dia.

Boediono mengatakan, baik keseimbangan maupun pertumbuhan satu sama lain harus dikerjakan secara sinkron agar perekonomian di Tanah Air dapat terus berjalan.

Hal itu sama halnya dengan mengendarai sepeda, tanpa keseimbangan dan gerakan mengayuh maju maka sepeda tersebut tidak akan pernah berjalan ke depan.

"Satu sama lain harus dikerjakan secara sinkron agar perjalanan terus berlanjut. Analoginya sangat menarik," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved