BNI Salurkan Rp9,8 Triliun di Sektor Kemaritiman

Minggu, 15 November 2015 - 10:05 WIB
BNI Salurkan Rp9,8 Triliun...
BNI Salurkan Rp9,8 Triliun di Sektor Kemaritiman
A A A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus meningkatkan perannya dalam pembangunan di sektor kemaritiman. Hingga akhir September 2015, BNI telah menyalurkan kredit ke sektor kemaritiman dengan posisi outstanding sebesar Rp9,8 triliun.

Khusus untuk Sektor Kelautan dan Perikanan sebagai salah satu bagian dari subsektor kemaritiman, BNI menyalurkan pembiayaan Rp1,25 triliun, yaitu di bidang budidaya dan penangkapan, industri pengolahan, dan perdagangan hasil perikanan.

Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto menuturkan, dukungan BNI terhadap Sektor Kemaritiman juga dilakukan melalui program Kemitraan Terpadu, yang mencakup dukungan financial dan nonfinancial bagi pelaku usaha pada berbagai fase bisnisnya.

Pada tahap awal, bagi masyarakat pesisir yang berupaya memperbaiki kondisi perekonomiannya namun belum mampu merintis usaha yang bankable bahkan belum feasible, BNI menyiapkan program pembinaan melalui program bantuan sosial yang diracik melalui Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL).

"Hingga pada fase akhir dimana mitra binaan BNI telah berhasil membangun bisnisnya menjadi bankable dan feasible, BNI menyiapkan Kredit Komersial dan Kredit Usaha Rakyat. Cakupan dukungan itu dilakukan melalui program Kampoeng BNI," kata dia dalam rilisnya, Minggu (15/11/2015).

Dia mengungkapkan, hal tersebut dalam kaitan persiapan dukungan BNI pada acara Kampanye Program Jangkau, Sinergi, dan Guideline atau JARING yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Malang beberapa waktu lalu.

"Kami berharap, upaya BNI ini akan turut meningkatkan perekonomian di lumbung-lumbung ikan utama di Indonesia, sehingga nelayan dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan akan tetap bertahan meskipun harus bersaing dengan investor asing," jelasnya.

Dari 30 Kampoeng BNI yang sudah dikembangkan saat ini, lima diantaranya merupakan Kampoeng BNI berbasis sektor kelautan dan perikanan. Kelima Kampoeng BNI tersebut adalah Kampoeng BNI Nelayan Muara Angke-Jakarta, Kampoeng BNI Nelayan Lamongan, Kampoeng BNI Bandeng Karawang, Kampoeng BNI Nelayan Dufa-dufa-Ternate, dan Kampoeng BNI Ikan Nila di Ponorogo-Jawa Timur.

Untuk mengoptimalkan hasil dari program kemitraan tersebut, BNI mengembangkan Kampoeng BNI, yang merupakan program pengembangan komunitas.

Suprajarto mengatakan, keberadaan kelima Kampoeng BNI tersebut akan memperkuat upaya pemerintah dalam mencapai sasaran utama Program JARING yaitu peningkatan pertumbuhan pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan dengan target pertumbuhan pembiayaan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Target pertumbuhan kredit ditetapkan minimal 50% dari tahun sebelumnya. Melalui Kampoeng BNI, penyaluran bantuan dari BNI dapat dimaksimalkan dari segala sisi.

Untuk perbaikan sarana dan prasana di lingkungan sekitar, BNI memberikan bantuan Bina Lingkungan mulai dari bantuan pendidikan bagi anak-anak nelayan, pelatihan pengolahan hasil laut, membangun balai pertemuan, memberikan alat bantu kerja, hingga pembangunan rumah ibadah.

"Adapun untuk mendorong peningkatan bisnisnya, BNI memiliki Program Kredit Kemitraan bagi nelayan yang belum bankable dan feasible," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
26 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
36 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
52 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
54 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved