Harga Minyak di Asia Naik Tipis Pasca Serangan di Paris
Senin, 16 November 2015 - 08:31 WIB
Harga Minyak di Asia Naik Tipis Pasca Serangan di Paris
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak mentah berjangka dibuka sedikit lebih kuat pada awal perdagangan Asia hari ini menyusul serangan mematikan di Paris, Prancis. Namun, harganya tetap dekat dengan posisi terendah pada Agustus.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2015), harga minyak dan komoditas lainnya diperkirakan akan terus di bawah tekanan.
Bulan depan minyak mentah berjangka AS diperdagangkan pada harga USD40,88 per barel pada pukul 23.13 GMT, atau naik 14 sen dari penutupan terakhir mereka.
Sementara, harga minyak mentah brent berada pada harga USD44,58 per barel, atau naik 11 sen. Kedua benchmark minyak mentah melihat tingginya tingkat aktivitas pada awal perdagangan karena pasar tampak gugup setelah serangan mematikan di Paris pada Jumat kemarin.
"Harga tembaga dan minyak mentah akan tetap di bawah tekanan jangka pendek," kata ANZ Bank dalam sebuah catatan hari ini.
Mereka juga memprediksi harga minyak akan berada di bawah tekanan dari fundamental. "Anehnya, pengebor AS menempatkan rig kembali bekerja di ladang minyak setelah lebih dari dua bulan. Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS diperoleh 2-574," ujar ANZ Bank.
"Kami percaya rendahnya harga minyak akan menyebabkan penurunan aktivitas pengeboran dalam beberapa pekan ke depan," katanya.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (16/11/2015), harga minyak dan komoditas lainnya diperkirakan akan terus di bawah tekanan.
Bulan depan minyak mentah berjangka AS diperdagangkan pada harga USD40,88 per barel pada pukul 23.13 GMT, atau naik 14 sen dari penutupan terakhir mereka.
Sementara, harga minyak mentah brent berada pada harga USD44,58 per barel, atau naik 11 sen. Kedua benchmark minyak mentah melihat tingginya tingkat aktivitas pada awal perdagangan karena pasar tampak gugup setelah serangan mematikan di Paris pada Jumat kemarin.
"Harga tembaga dan minyak mentah akan tetap di bawah tekanan jangka pendek," kata ANZ Bank dalam sebuah catatan hari ini.
Mereka juga memprediksi harga minyak akan berada di bawah tekanan dari fundamental. "Anehnya, pengebor AS menempatkan rig kembali bekerja di ladang minyak setelah lebih dari dua bulan. Baker Hughes melaporkan jumlah rig minyak AS diperoleh 2-574," ujar ANZ Bank.
"Kami percaya rendahnya harga minyak akan menyebabkan penurunan aktivitas pengeboran dalam beberapa pekan ke depan," katanya.
(izz)
Lihat Juga :