Indopora Tawarkan Harga IPO Rp1.280-Rp1.920/Saham
Senin, 16 November 2015 - 13:29 WIB
Indopora Tawarkan Harga IPO Rp1.280-Rp1.920/Saham
A
A
A
JAKARTA - Calon emiten sektor konstruksi pondasi, PT Indonesia Pondasi Raya (Indopora) menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp1.280-Rp1.920 per saham.
Presiden Direktur Indonesia Pondasi Raya Febyan mengatakan, jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 303 juta saham atau 15,13% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham.
"Kami perkirakan dengan IPO ini perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp380 miliar," kata dia saat menghadiri paparan publik perseroan di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (16/11/2015).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari dana IPO tersebut perseroan akan menggunakan sebesar 40% untuk pembelian aset tetap yaitu mesin-mesin untuk pekerjaan pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan tanah, pengujian tiang dan alat pendukung kegiatan operasional.
"Sementara 10% akan digunakan untuk penambahan investasi pada entitas anak PT Rekagunatek Persada, 17,6% akan digunakan untuk pembelian tanah dan sisanya 34,2% akan digunakan untuk modal kerja operasional proyek," imbuhnya.
Dari aksi korporasi ini bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) yaitu PT Yuanta Securities Indonesia dan PT Minna Pada Investama Tbk.
Perseroan menargetkan penyartaan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada 30 November 2015 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada 2-3 Desember 2015. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 9 Desember 2015.
Presiden Direktur Indonesia Pondasi Raya Febyan mengatakan, jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 303 juta saham atau 15,13% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO dengan nilai nominal sebesar Rp100 per saham.
"Kami perkirakan dengan IPO ini perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp380 miliar," kata dia saat menghadiri paparan publik perseroan di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (16/11/2015).
Lebih lanjut dia menjelaskan, dari dana IPO tersebut perseroan akan menggunakan sebesar 40% untuk pembelian aset tetap yaitu mesin-mesin untuk pekerjaan pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan tanah, pengujian tiang dan alat pendukung kegiatan operasional.
"Sementara 10% akan digunakan untuk penambahan investasi pada entitas anak PT Rekagunatek Persada, 17,6% akan digunakan untuk pembelian tanah dan sisanya 34,2% akan digunakan untuk modal kerja operasional proyek," imbuhnya.
Dari aksi korporasi ini bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) yaitu PT Yuanta Securities Indonesia dan PT Minna Pada Investama Tbk.
Perseroan menargetkan penyartaan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada 30 November 2015 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada 2-3 Desember 2015. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia direncanakan pada 9 Desember 2015.
(izz)
Lihat Juga :