Euro Anjlok, Rupiah Ditutup Melempem

Senin, 16 November 2015 - 17:00 WIB
Euro Anjlok, Rupiah...
Euro Anjlok, Rupiah Ditutup Melempem
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melempem, sejalan dengan anjloknya euro ke level terendah 6,5 bulan terahdap USD pascaserangan Paris.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.741/USD, dengan kisaran harian Rp13.645-Rp13.795/USD. Posisi tersebut negatif 66 poin dibanding posisi pekan lalu di Rp13.675/USD.

Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.749/USD. Posisi itu terdepresiasi 64 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.685/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.732/USD, melemah 99 poin dari posisi kemarin di level Rp13.633/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.776/USD. Posisi itu terkoreksi 96 poin dibanding sebelumnya pada level Rp12.680/USD.

Sementara euro mencapai titik terendah 6,5 bulan terhadap yen dan mendekati posisi terendah 6,5 bulan terhadap USD di Asia pada Senin setelah serangan mematikan di Paris.

Bahkan sebelum serangan, euro berada di bawah tekanan dari ekspektasi Bank Sentral Eropa yang akan meningkatkan pelonggaran moneter bulan depan, kemungkinan akan memangkas suku bunga lebih dalam.

Euro turun 0,5% menjadi 1,0710/USD, merayap menuju level terendag 6,5 bulan pada 1,0674, setelah mundur hampir 7% dari rekornya pada 15 Oktober di 1,1495. Euro juga turun terhadap yen ke level 130,645, terendah sejak akhir April. Sebagian besar perdagangan forex telah memudar di New York pada saat serangan di Paris pada Jumat malam.

"Serangan negatif untuk sentimen di Eropa. Pada saat itu tidak jelas apa dampak mereka pada konsumsi dan ekonomi. Tapi ketika saya berbicara dengan orang di Eropa, mereka mengatakan mereka akan menjadi lebih berhati-hati," kata Kepala Strategi Valuta Asing di Bank of America Merrill Lynch Shunsuke Yamada, seperti dilansir dari Reuters, Senin (16/11/2015).

Menurut dia, risiko geopolitik akan meningkat, di mana Prancis sudah meresponnya. Sentimen itu berimplikasi negatif pada nilai tukar euro terhadap yen. Terhadap poundssterling, euro terkoreksi tiga-bulan rendah dari 0,70245 pence.

"Pasar mata uang telah merespon kekejaman di Paris selama akhir pekan," kata Kepala Strategi Mata Uang di Commonwealth Bank of Australia Richard Grace.

USD terhadap yen tergelincir ke level 122,23, terendah dalam 10 hari dan terakhir berada di 122,53, dibandingkan dengan akhir pekan lalu pada 122,62.

Baca:

Rupiah Siang Ini Terintimidasi, IHSG Kian Terkoreksi

Euro Merosot Pasca Tragedi Paris, Rupiah Dibuka Melorot
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved