Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dilirik Perbankan

Rabu, 18 November 2015 - 06:06 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga...
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Dilirik Perbankan
A A A
JAKARTA - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin sebagai sumber energi masa depan diminati banyak perbankan.

National Project Director Wind Hybrid Power Generation Badan (WHyPGen) Andhika Prastawa mengatakan, sejumlah bank besar seperti BRI dan Mandiri tadinya hanya tertarik pada pendanaan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai salah satu energi baru dan terbarukan. Namun, seiring perkembangan teknologi makin banyak kalangan perbankan yang tertarik pada pengembangan energi terbarukan ini.

“Makin banyaknya penemuan teknologi energi terbarukan, semakin banyak pula perbankan tertarik. Salah satunya, untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu,” ujar Andhika, dalam forum yang membahas pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu yang melibatkan kalangan perbankan di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (17/11/2015).

WHyPGen adalah proyek pengembangan PLTB yang digarap oleh Balai Besar Teknologi Energi – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TE-BPPT) bekerja sama dengan UNDP. Forum bertajuk 2nd Indonesia Wind Forum 2015 tersebut menghadirkan sejumlah stakeholder dari beberapa kalangan, termasuk perbankan dan lembaga pendanaan.

Mereka antara lain Bank Syariah Mandiri, BNI, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank CIMB, Standard Chartered, Bank Pembangunan Asia (ADB), IFC, kfC, Opic.

Andhika mengatakan, keterlibatan perbankan dan lembaga pendanaan dalam pengembangan PLTB sebagai langkah maju. Namun yang menjadi tantangan, pihak perbankan selama ini masih saling menunggu.

"Pihak perbankan selama ini masih menunggu, sekaligus saling membutuhkan. Pembangunan proyek PLTB memerlukan dana sejak perencanaan. Sementara, pihak perbankan masih perlu melihat sampai sejauh mana pembangunan PLTB bisa diwujudkan," ujarnya.

Sebelumnya, pendanaan pengembangan PLTB pernah dilakukan Pemerintah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur Persero (SMI) Kementerian Keuangan. Meski begitu, pendanaan tersebut masih bersifat ad-hoc sebagai proyek percontohan dengan tujuan jangka panjang.

"Secara bertahap Indonesia sudah siap. Terbukti dengan hadirnya sejumlah investor atau pengembang PLTB yang berasal dari badan usaha milik negara, swasta serta pemodal luar negeri," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLTB Sidrap Raih Penghargaan...
PLTB Sidrap Raih Penghargaan Bergengsi di Ajang ASEAN Energy Award 2021
Dorong Bauran EBT, PLN...
Dorong Bauran EBT, PLN Gandeng Prancis Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu
Barito Wind Tuntaskan...
Barito Wind Tuntaskan Akuisisi PLTB Sidrap Senilai Rp1,6 Triliun
Perusahaan Asal Jerman...
Perusahaan Asal Jerman Lirik Potensi PLTB di Kabupaten Bantaeng
Dibangun di Kawasan...
Dibangun di Kawasan Laut, PLTB Bantaeng Butuh Rp2,8 Triliun
BNI Danai Akuisisi PLTB...
BNI Danai Akuisisi PLTB Sidrap Kapasitas 75 MW Senilai Rp1,76 T
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
35 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved