Waspadai Rupiah Terkoreksi di Akhir Pekan
Jum'at, 20 November 2015 - 08:40 WIB
Waspadai Rupiah Terkoreksi di Akhir Pekan
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah akhir pekan ini perlu diwaspadai lantaran sentimen yang akan muncul yang dapat membuat laju rupiah terkoreksi.
"Tampaknya beberapa sentimen positif yang ada kurang kuat membuat laju rupiah untuk beranjak dari zona merah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.777-Rp13.794/USD.
Reza menjelaskan, laju rupiah masih menunjukkan pelemahannya jelang akhir pekan seiring dengan prospek kian pastinya The Fed untuk menaikkan suku bunganya pada Desember 2015.
Di sisi lain, pelemahan laju rupiah juga dipicu imbas masih melemahnya laju euro seiring dengan maraknya ekspektasi akan adanya stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB).
Selain itu, penantian terhadap approval program reformasi APBN Yunani untuk mendapatkan dana talangan dari para kreditur senilai 86 miliar euro. Jelang penutupan perdagangan kemarin, sejumlah mata uang terlihat masih mencoba menguat terhadap USD.
"Tampaknya beberapa sentimen positif yang ada kurang kuat membuat laju rupiah untuk beranjak dari zona merah," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (20/11/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.777-Rp13.794/USD.
Reza menjelaskan, laju rupiah masih menunjukkan pelemahannya jelang akhir pekan seiring dengan prospek kian pastinya The Fed untuk menaikkan suku bunganya pada Desember 2015.
Di sisi lain, pelemahan laju rupiah juga dipicu imbas masih melemahnya laju euro seiring dengan maraknya ekspektasi akan adanya stimulus dari Bank Sentral Eropa (ECB).
Selain itu, penantian terhadap approval program reformasi APBN Yunani untuk mendapatkan dana talangan dari para kreditur senilai 86 miliar euro. Jelang penutupan perdagangan kemarin, sejumlah mata uang terlihat masih mencoba menguat terhadap USD.
(rna)