Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Dunia

Sabtu, 21 November 2015 - 22:33 WIB
Indonesia Perkuat Ketahanan...
Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Dunia
A A A
JAKARTA - Indonesia diklaim turut memperkuat ketahanan pangan dunia. Melalui Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture (PISAgro) strategi ketahanan pangan bisa dijadikan acuan di negara Asia dan lainnya.

Co-Chair PISAgro Franky O Widjaja mengatakan, PISAgro inisiasinya berawal dari New Vision for Agriculture dari World Economic Forum pada 2010. Isunya untuk mengembangkan kemitraan pada tingkat negara guna menjawab isu ketahanan pangan dan hadir di Indonesia pada tahun 2011.

Dia menjelaskan, saat ini melalui 11 kelompok kerja yang membangun kemitraan dengan 83.000 petani di atas lahan seluas 68.000 hektare, PISAgro melibatkan 23 perusahaan.

"World Economic Forum menilai positif pencapaian PISAgro sehingga menjadikannya sebagai acuan bagi negara di Asia lainnya dengan inisiatif sejenis," ujarnya dalam rilis, Sabtu (21/11/2015).

Melalui visi baru bagi pertanian berkelanjutan, PISAgro berupaya meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia sebesar 20%, meningkatkan pendapatan petani sebesar 20% dan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 20% dalam setiap dekade.

"Sekiranya mendapat dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah, kami memperkirakan kemitraan strategis ini dalam waktu 3-4 tahun, produktivitas 1 juta petani dapat ditingkatkan," ujar Franky, yang juga menjabat sebagai CEO Sinar Mas Agribusiness & Foods.

Franky membawa Sinar Mas Agribusiness & Foods menjadi satu dari tujuh lembaga pendiri, dengan fokus pada kelompok kerja kelapa sawit, yang mengembangkan skema pembiayaan untuk revitalisasi tanaman bagi para petani swadaya.

Dia menjelaskan, prakarsa melalui PISAgro tadi menjadi landasan membangun sinergi yang lebih kuat dan meluas di lingkup Asia Tenggara. Hasilnya dalam ajang World Economic Forum on East Asia, Grow Asia Forum, 19 April lalu di Jakarta, melahirkan kemitraan sektor privat dan publik, Grow Asia. Disini Franky kembali dipercaya sebagai Co-Chair.

Para pihak yang tergabung disana akan melakukan pengembangan sektor pangan berkelanjutan sejalan dengan kebijakan serupa yang dilakukan dalam kerangka regional ASEAN, dan pada 2020 nanti berupaya menjangkau 10 juta petani yang tersebar di Asia Tenggara.

"Kemitraan ini memungkinkan negara-negara yang tergabung di dalamnya mengembangkan komoditas pangan andalan mereka masing-masing, hingga nantinya tidak saja mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka, tapi juga kebutuhan regional, antar negara Asia Tenggara," tambahnya.

Franky mengungkapkan, lonjakan populasi penduduk dunia jika disikapi dengan tepat dan bersama-sama, dapat menjadi sebuah kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong sektor pangan semakin berkelanjutan. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan dunia yang turut melonjak.

"Pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan. Dengan jumlah penduduk yang besar, kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat, yang diikuti tantangan perubahan iklim, sektor tersebut hanya dapat tumbuh berkelanjutan melalui sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Dia menjelaskan, pendampingan yang terencana dan berkesinambungan dilakukan agar petani independen memiliki kapasitas memadai untuk memanfaatkan teknologi pertanian terkini. Petani juga mampu mendapatkan dukungan finansial dengan bunga yang rendah.

"Seperti apa skema pendanaan yang efektif bagi para petani harus kita susun bersama. Kisah sukses skema pendanaan pada komoditas tertentu dapat dijadikan referensi," kata Franky.

Dia menyebutkan, Bidang penelitian serta pengembangan juga terus dipertajam, termasuk mengkaji pemanfaatan teknologi genetic modified organism sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
32 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
1 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
1 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
2 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved