Jelang Akhir Tahun, Rupiah Pekan Depan Diprekdiksi Normal
Minggu, 29 November 2015 - 13:37 WIB
Jelang Akhir Tahun, Rupiah Pekan Depan Diprekdiksi Normal
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada pekan depan diprediksi akan berada di posisi normal kisaran Rp13.575-Rp13.790. Hal tersebut diungkapkan Pengamat Ekonomi Indonesia Securities, William Suryawijaya.
Kondisi tersebut disebabkan beberapa data domestik seperti inflasi yang akan rilis pekan depan. Ditambah dengan dalam beberapa bulan di 2015, Indonesia mengalami Deflasi.
Menurut dia, meski sudah makin mendekati akhir tahun, namun pergerakan rupiah ke angka Rp14.000 masih kecil kemungkinannya, mengingat kondisi domestik yang cukup baik.
"Pekan depan, rupiah di angka Rp13.575-Rp13.790. Ini normal ya mengingat juga pekan depan ada rilis data inflasi yang selama beberapa bulan mengalami perbaikan (deflasi)," kata William kepada Sindonews, Minggu (29/11/2015).
Terlebih lagi, dia mendambahkan, Current Account Deficit (CAD) Indonesia mengalami perbaikan, meskipun defisit anggaran diperlebar lagi oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebesar 2,7% sampai akhir tahun.
"Selain inflasi yang stabil, CAD kita cukup bagus. Jadi bisa menggejot rupiah di kondisi yang normal," terang William.
Dia menjelaskan, meskipun kebutuhan USD meningkat di akhir tahun, didukung fenomena liburan masyarakat, namun posisi rupiah diprediksi masih tetap terjaga. "Ya kalaupun sedikit meleset, paling di Rp13.800-an," pungkasnya.
Kondisi tersebut disebabkan beberapa data domestik seperti inflasi yang akan rilis pekan depan. Ditambah dengan dalam beberapa bulan di 2015, Indonesia mengalami Deflasi.
Menurut dia, meski sudah makin mendekati akhir tahun, namun pergerakan rupiah ke angka Rp14.000 masih kecil kemungkinannya, mengingat kondisi domestik yang cukup baik.
"Pekan depan, rupiah di angka Rp13.575-Rp13.790. Ini normal ya mengingat juga pekan depan ada rilis data inflasi yang selama beberapa bulan mengalami perbaikan (deflasi)," kata William kepada Sindonews, Minggu (29/11/2015).
Terlebih lagi, dia mendambahkan, Current Account Deficit (CAD) Indonesia mengalami perbaikan, meskipun defisit anggaran diperlebar lagi oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro sebesar 2,7% sampai akhir tahun.
"Selain inflasi yang stabil, CAD kita cukup bagus. Jadi bisa menggejot rupiah di kondisi yang normal," terang William.
Dia menjelaskan, meskipun kebutuhan USD meningkat di akhir tahun, didukung fenomena liburan masyarakat, namun posisi rupiah diprediksi masih tetap terjaga. "Ya kalaupun sedikit meleset, paling di Rp13.800-an," pungkasnya.
(dyt)