PLN Pinjam Rp8,7 Triliun Demi Atasi Krisis Listrik

Rabu, 02 Desember 2015 - 21:02 WIB
PLN Pinjam Rp8,7 Triliun...
PLN Pinjam Rp8,7 Triliun Demi Atasi Krisis Listrik
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan kucuran bantuan sebesar USD600 juta atau setara dengan Rp8,7 triliun demi mengatasi krisis listrik yang terjadi di Sumatera. Kepala Unit Administrasi Proyek di Departemen Asia Tenggara ADB, Rehan Kausar mengatakan bantuan ADB ini akan membantu PLN menyalurkan pasokan listrik yang memadai ke Sumatera.

(Baca Juga: PLN Ungkap Alasan Naikkan Tarif Listrik Rumah Tangga)

Ia juga mengatakan dengan pasokan listrik yang menyeluruh, maka dapat meningkatkan kualitas hidup dan mendukung upaya menjadikan kawasan Sumatera menjadi salah satu kawasan industri utama. "Sektor listrik makin berkembang di Indonesia, namun belum mampu mengimbangi permintaan yang terus meningkat. Keandalan dan kestabilan sistem terus berkurang, seperti pemadaman yang terjadi berkala belakangan ini di Sumatera dan Jawa,” kata Rehan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Pendanaan untuk Penguatan Jaringan Kelistrikan program Sumatera meliputi pinjaman senilai USD575 juta dari Sumber Daya Modal Biasa (Ordinary Capital Resources) ADB, dan pinjaman USD25 juta dari Dana Infrastruktur ASEAN, dengan ADB sebagai pemberi pinjaman tercatat (lender of record). Menurutnya, dana yang tersedia akan digunakan untuk membiayai peningkatan jalur transmisi 150 kilo volt yang sudah ada, penambahan gardu induk, serta pemasangan peralatan baru dan pembaruan peralatan, termasuk switchgear.

Menurut Rehan, berbagai upaya tersebut akan membantu Sumatra mencapai tingkat elektrifikasi 90% pada 2019. Hal ini juga akan mendukung target nasional pemerintah untuk memberikan akses listrik universal pada 2024, dari yang saat ini masih berada di kisaran 84%. "Program juga akan menyediakan peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan bagi PLN," tandasnya.

Selain itu, pinjaman tersebut juga akan mendukung sebagian investasi PLN untuk peningkatan dan perluasan di Sumatra dari2015 sampai 2019, yang seluruhnya diperkirakan memerlukan USD10,8 miliar. Dana ini juga merupakan bagian dari paket jangka menengah dukungan ADB yang lebih besar bagi penguatan jaringan kelistrikan Indonesia, yang diperkirakan akan mencakup bantuan pinjaman bagi kawasan Jawa-Bali dan kawasan timur Indonesia antara 2016 sampai 2019.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
PLN Siap Jalankan Keputusan...
PLN Siap Jalankan Keputusan Pemerintah Berikan Stimulus Listrik
Citraland City Losari,...
Citraland City Losari, Kawasan Listrik Premium Pertama di Sulawesi
Berita Terkini
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
21 menit yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
42 menit yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
1 jam yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved