Rupiah Diramal Menguat
Kamis, 03 Desember 2015 - 08:09 WIB
Rupiah Diramal Menguat
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diramal menguat seiring mulai positifnya sejumlah mata uang terhadap laju USD.
"Namun, tetap mencermati sentimen yang ada dan mewaspadai jika penguatan tersebut hanya sementara," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.799-Rp13.815/USD.
Reza menyampaikan, mulai adanya sentimen positif membuat laju rupiah mampu berbalik arah menguat. Sentimen dari melemahnya laju USD seiring rilis Chicago PMI di bawah ekspektasi.
"Yang diikuti oleh pending home sales dan Dallas Fed manufacturing index yang juga di bawah ekspektasi lalu menguatnya laju AUD seiring ekspektasi akan membaiknya ekonomi Australia dengan adanya pelonggaran ekonominya," jelas Reza.
Selain itu, ekspektasi akan naiknya yuan setelah IMF menambahkannya ke dalam mata uang cadangan (meskipun di akhir perdagangan ditutup melemah) dan sentimen dari dalam negeri berupa rilis inflasi yang dinilai rendah.
"Terpantau, laju EUR, GBP, CNY, CHF, JPY, dan beberapa lainnya kembali mengalami kenaikan. Kenaikan laju rupiah ini pun mampu mengesampingkan ekspektasi kami akan adanya pelemahan," pungkasnya.
"Namun, tetap mencermati sentimen yang ada dan mewaspadai jika penguatan tersebut hanya sementara," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.799-Rp13.815/USD.
Reza menyampaikan, mulai adanya sentimen positif membuat laju rupiah mampu berbalik arah menguat. Sentimen dari melemahnya laju USD seiring rilis Chicago PMI di bawah ekspektasi.
"Yang diikuti oleh pending home sales dan Dallas Fed manufacturing index yang juga di bawah ekspektasi lalu menguatnya laju AUD seiring ekspektasi akan membaiknya ekonomi Australia dengan adanya pelonggaran ekonominya," jelas Reza.
Selain itu, ekspektasi akan naiknya yuan setelah IMF menambahkannya ke dalam mata uang cadangan (meskipun di akhir perdagangan ditutup melemah) dan sentimen dari dalam negeri berupa rilis inflasi yang dinilai rendah.
"Terpantau, laju EUR, GBP, CNY, CHF, JPY, dan beberapa lainnya kembali mengalami kenaikan. Kenaikan laju rupiah ini pun mampu mengesampingkan ekspektasi kami akan adanya pelemahan," pungkasnya.
(izz)