JK Sentil Otoritas Moneter

Sabtu, 05 Desember 2015 - 21:21 WIB
JK Sentil Otoritas Moneter
JK Sentil Otoritas Moneter
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Muhammad Jusuf Kalla kembali menyentil otoritas moneter, dalam hal ini Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter. Menurut Kalla, Indonesia akan kesulitan bersaing dengan negara-negara satu kawasan selama bunga masih tinggi.

Kalla mengatakan, negara-negara ASEAN, terutama Vietnam yang menjadi saingan Indonesia, memiliki bunga yang relatif rendah sekitar 5%. Hal ini, kata dia, harus segera diantisipasi.

"Pelajaran dasar ekonomi, semester I, bunga naik investasi turun," kata dia saat berpidato dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat (4/12/2015) malam

Pernyataan Kalla tersebut mengundang gelak tawa dari para tamu undangan yang merupakan para akademisi di bidang ekonomi. Salah satu tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut adalah Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.

Kalla mengatakan, tingginya bunga yang ditetapkan oleh BI membuat biaya ekonomi para investor untuk berbisnis menjadi tinggi. Padahal, Indonesia saat ini membutuhkan investasi yang tinggi di tengah kondisi ekonomi yang melambat.

Bunga rendah, kata Kalla, akan mendorong investasi lebih cepat. Selain itu, lanjut dia, hal itu juga akan menggairahkan ekonomi nasional yang sesungguhnya ditopang oleh tiga kekuatan, yaitu sektor industri, sektor riil, dan sektor jasa.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu memahami bahwa BI merupakan otoritas yang independen. JK menyebutkan, BI bertugas menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi, sementara pemerintah bertugas mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

"Meskipun independen, saya ingatkan bahwa dalam UU BI yang diubah tahun 2004 pasal 7 mengatakan, BI dalam menjalankan tugas pokoknya harus mempertimbangkan kebijakan perekonomian pemerintah," ucapnya.

Kalla mengatakan, pemerintah selalu mengundang BI dalam setiap sidang kabinet. Dia pun mengusulkan agar dalam setiap rapat dewan gubernur (RDG), menteri dari pemerintah bisa ikut terlibat. "Ini penting," ujar Kalla yang kembali disambut tawa.

Saat dimintai tanggapan terkait pernyataan Kalla usai acara, Mirza enggan berkomentar. Dia hanya tersenyum kepada jurnalis sepanjang perjalanan menuju mobilnya.
(dyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
Deby Vinski dan JK Upayakan...
Deby Vinski dan JK Upayakan Indonesia Jadi Pusat Health Tourism
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved