IHSG Diperkirakan Berada di Kisaran 4.395-4.446
Minggu, 06 Desember 2015 - 14:03 WIB
IHSG Diperkirakan Berada di Kisaran 4.395-4.446
A
A
A
JAKARTA - Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan depan, berada di kisaran 4.395 hingga 4.446.
"Support IHSG di level 4.395 sampai 4.446 , dan resistance di level 4.568 sampai 4.621," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (6/12/2015).
Menurutnya, pergerakan IHSG pada awal pekan ini masih ada kesempatan bergerak menguat meski dalam periode mingguan akan bergerak melemah secara konsolidasi.
Hans menjelaskan, sentimen yang masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG pekan depan berasal dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga acuannya atau Fed rate. "Masih dari menjelang kenaikan fed rate pada 15 Desember hingga 16 Desember mendatang," katanya.
Sementara data ekonomi dari dalam negeri, lanjut Hans, cenderung dalam keadaan yang baik, seperti inflasi yang masih rendah.
"Lalu cadangan devisa pada 7 Desember dan penjualan ritel pada 9 Desember. Cadangan devisa mungkin ada perbaikan sedikit sama halnya seperti penjualan ritel," pungkasnya.
"Support IHSG di level 4.395 sampai 4.446 , dan resistance di level 4.568 sampai 4.621," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Minggu (6/12/2015).
Menurutnya, pergerakan IHSG pada awal pekan ini masih ada kesempatan bergerak menguat meski dalam periode mingguan akan bergerak melemah secara konsolidasi.
Hans menjelaskan, sentimen yang masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG pekan depan berasal dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga acuannya atau Fed rate. "Masih dari menjelang kenaikan fed rate pada 15 Desember hingga 16 Desember mendatang," katanya.
Sementara data ekonomi dari dalam negeri, lanjut Hans, cenderung dalam keadaan yang baik, seperti inflasi yang masih rendah.
"Lalu cadangan devisa pada 7 Desember dan penjualan ritel pada 9 Desember. Cadangan devisa mungkin ada perbaikan sedikit sama halnya seperti penjualan ritel," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :