USD Menguat, Rupiah Ditutup Tiarap
Senin, 07 Desember 2015 - 17:08 WIB
USD Menguat, Rupiah Ditutup Tiarap
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini ditutup semakin terkapar di tengah menguatnya USD terhadap beberapa mata uang di dunia.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.916/USD, dengan kisaran harian Rp13.744-Rp13.913/USD. Posisi tersebut turun 388 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.528/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.946/USD. Posisi itu menguat 250 poin dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.696/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.860/USD. Posisi itu memburuk atau turun 26 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.834/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.837/USD. Posisi ini melemah 4 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.833/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, di pasar mata uang, idneks USD terhadap beberapa mata uang naik 0,2%, terhadap euro dan yen.
Euro sempat naik tinggi pada Kamis pekan kemarin, terbesar harian dalam tujuh tahun, lantara, adanya kekecewaan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB). Euro turun 0,4% menjadi 1,0844. Sementara terhadap yen, USD tetap kuat atau berada pada posisi 122,34 per USD.
Presiden ECB Mario Draghi dalam pidatonya di New York pada Jumat kemarin mengatakan, stimulus bisa dikerahkan jika memang sangat diperlukan.
"Pidato correctively dovish Draghi menekankan bahwa ECB bisa berbuat lebih banyak, mencoba untuk menempatkan keputusan ECB dalam konteks pelonggaran yang lebih luas," kata Kepala Ahli Stretagi Mizuho, Peter Chatwell.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.916/USD, dengan kisaran harian Rp13.744-Rp13.913/USD. Posisi tersebut turun 388 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.528/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.946/USD. Posisi itu menguat 250 poin dari posisi akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.696/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.860/USD. Posisi itu memburuk atau turun 26 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.834/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.837/USD. Posisi ini melemah 4 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.833/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, di pasar mata uang, idneks USD terhadap beberapa mata uang naik 0,2%, terhadap euro dan yen.
Euro sempat naik tinggi pada Kamis pekan kemarin, terbesar harian dalam tujuh tahun, lantara, adanya kekecewaan terhadap Bank Sentral Eropa (ECB). Euro turun 0,4% menjadi 1,0844. Sementara terhadap yen, USD tetap kuat atau berada pada posisi 122,34 per USD.
Presiden ECB Mario Draghi dalam pidatonya di New York pada Jumat kemarin mengatakan, stimulus bisa dikerahkan jika memang sangat diperlukan.
"Pidato correctively dovish Draghi menekankan bahwa ECB bisa berbuat lebih banyak, mencoba untuk menempatkan keputusan ECB dalam konteks pelonggaran yang lebih luas," kata Kepala Ahli Stretagi Mizuho, Peter Chatwell.
(izz)