IHSG Tahun Depan Diperkirakan Tembus Level 5.700
Senin, 07 Desember 2015 - 19:16 WIB
IHSG Tahun Depan Diperkirakan Tembus Level 5.700
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan Citigroup Securities Indonesia pada 2016 akan naik 20% hingga menyentuh level 5.700. Didukung keyakinan perekonomian Indonesia terutama penyerapan anggaran pemerintah yang lebih baik.
(Baca Juga: Asia Mixed, IHSG Ditutup Berhasil Reli)
Direktur dan Kepala Riset Citigroup Securities Indonesia Ferry Wong menyampaikan faktor pendorong IHSG tahun depan adalah belanja pemerintah dalam sektor infrastruktur yang sudah dimulai sejak tahun ini bakal terus berlangsung hingga 2017.
"Bergeraknya pembangunan infrastruktur tersebut akan berimbas positif pada sejumlah emiten yang bergerak di sektor konstruksi, semen, konsumer dan perbankan," ujarnya di Jakarta, Senin (7/12/2015).
Sehingga lanjut Ferry, pihaknya memperkirakan tahun depan, laba per saham (earning per share/EPS) bisa ada di angka 10%. Dia mengatakan, saham-saham rekomendasi di antaranya berasal dari perusahaan konstruksi, jalan tol, dan perbankan. "Saham-saham Astra, BNI, Matahari Department Store, Indocement, PT PP, dan Adhi Karya," katanya.
Selain itu, Ferry menambahkan, seri paket kebijakan yang dirilis pemerintah dipercaya mampu meredam pasar sehingga ekspektasi pasar akan menjadi lebih baik. "Paket-paket ekonomi sudah bagus meski efeknya menengah. Karenanya adanya tumpang tindih, setelah reshuffle maka hasilnya cukup baik," pungkasnya.
(Baca Juga: Asia Mixed, IHSG Ditutup Berhasil Reli)
Direktur dan Kepala Riset Citigroup Securities Indonesia Ferry Wong menyampaikan faktor pendorong IHSG tahun depan adalah belanja pemerintah dalam sektor infrastruktur yang sudah dimulai sejak tahun ini bakal terus berlangsung hingga 2017.
"Bergeraknya pembangunan infrastruktur tersebut akan berimbas positif pada sejumlah emiten yang bergerak di sektor konstruksi, semen, konsumer dan perbankan," ujarnya di Jakarta, Senin (7/12/2015).
Sehingga lanjut Ferry, pihaknya memperkirakan tahun depan, laba per saham (earning per share/EPS) bisa ada di angka 10%. Dia mengatakan, saham-saham rekomendasi di antaranya berasal dari perusahaan konstruksi, jalan tol, dan perbankan. "Saham-saham Astra, BNI, Matahari Department Store, Indocement, PT PP, dan Adhi Karya," katanya.
Selain itu, Ferry menambahkan, seri paket kebijakan yang dirilis pemerintah dipercaya mampu meredam pasar sehingga ekspektasi pasar akan menjadi lebih baik. "Paket-paket ekonomi sudah bagus meski efeknya menengah. Karenanya adanya tumpang tindih, setelah reshuffle maka hasilnya cukup baik," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :