Cadangan Devisa RI Akhir November Rp1.385 Triliun
Selasa, 08 Desember 2015 - 06:01 WIB
Cadangan Devisa RI Akhir November Rp1.385 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) negara pada akhir November 2015 sebesar USD100,2 miliar atau senilai Rp1.385 triliun (kurs Rp13.822/USD), sedikit lebih rendah dari posisi pada akhir Oktober 2015 sebesar USD100,7 miliar.
Perkembangan tersebut dipengaruhi penerimaan devisa, antara lain dari migas dan penarikan pinjaman pemerintah. Jumlah ini masih cukup untuk menutupi kebutuhan devisa, antara lain pembayaran utang luar negeri.
"Penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya juga mempengaruhi perkembangan cadev pada akhir November," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Jakarta, Senin (7/12/2015).
Atas perkembangan tersebut, lanjut dia, posisi cadangan devisa per akhir November 2015 masih cukup membiayai 7,1 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Perkembangan tersebut dipengaruhi penerimaan devisa, antara lain dari migas dan penarikan pinjaman pemerintah. Jumlah ini masih cukup untuk menutupi kebutuhan devisa, antara lain pembayaran utang luar negeri.
"Penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya juga mempengaruhi perkembangan cadev pada akhir November," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Jakarta, Senin (7/12/2015).
Atas perkembangan tersebut, lanjut dia, posisi cadangan devisa per akhir November 2015 masih cukup membiayai 7,1 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
(dmd)
Lihat Juga :