IHSG Diperkirakan Bergerak pada Kisaran 4.495-4.580
Selasa, 08 Desember 2015 - 07:52 WIB
IHSG Diperkirakan Bergerak pada Kisaran 4.495-4.580
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed cenderung mencoba menguat.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada kisaran 4.495-4.580," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Menurutnya, sentimen yang akan datang selanjutnya hari ini di antaranya data neraca perdagangan dan komposisi ekspor dan impor di China. "Lalu pertumbuhan GDP zona Eropa yang di mana semua sentimen diekspetasikan cukup baik," jelas Lanjar.
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung negatif setelah sempat naik hampir menyentuh 1% namun ditutup hanya naik 12,94 poin sebesar 0,29% di level 4.521,39 lebih rendah dari harga pembukaan.
Naiknya harga CPO hingga 2,6% menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG selain paket kebijakan pemerintah mengenai pemotongan PPh 21 untuk karyawan padat karya.
Namun, optimisme tersebut terlihat hilang menjelang penutupan melihat data cadangan devisa yang akan diumumkan after market sebagai tolak ukur kekuatan BI untuk menjaga rupiah agar tetap terkendali.
"Melihat nilai tukar rupiah terus melemah terhadap USD hingga rupiah tutup dikisaran level Rp13.860/USD. Investor asing melanjutkan aksi beli merupakan signal yang cukup positif di mana tercatat net buy sebesar Rp605,31 miliar," pungkasnya.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada kisaran 4.495-4.580," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Menurutnya, sentimen yang akan datang selanjutnya hari ini di antaranya data neraca perdagangan dan komposisi ekspor dan impor di China. "Lalu pertumbuhan GDP zona Eropa yang di mana semua sentimen diekspetasikan cukup baik," jelas Lanjar.
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung negatif setelah sempat naik hampir menyentuh 1% namun ditutup hanya naik 12,94 poin sebesar 0,29% di level 4.521,39 lebih rendah dari harga pembukaan.
Naiknya harga CPO hingga 2,6% menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG selain paket kebijakan pemerintah mengenai pemotongan PPh 21 untuk karyawan padat karya.
Namun, optimisme tersebut terlihat hilang menjelang penutupan melihat data cadangan devisa yang akan diumumkan after market sebagai tolak ukur kekuatan BI untuk menjaga rupiah agar tetap terkendali.
"Melihat nilai tukar rupiah terus melemah terhadap USD hingga rupiah tutup dikisaran level Rp13.860/USD. Investor asing melanjutkan aksi beli merupakan signal yang cukup positif di mana tercatat net buy sebesar Rp605,31 miliar," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :