IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan
Selasa, 08 Desember 2015 - 08:11 WIB
IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpeluang kembali melanjutkan kenaikannya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan lanjutan kembali terlihat jika kenaikan volume jual mencoba untuk di tahan.
"Meski demikian, tetap mencermati setiap potensi pelemahan (jika ada), terutama dari isi pergerakan rupiah. Jika tidak, maka laju pelemahan dapat berpotensi terjadi," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Sisa utang gap di level 4.346-4.381 masih ada namun, diperkirakan laju IHSG belum tentu akan mendekati level utang gap tersebut.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.500-4.530 dan resisten 4.532-4.545. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.440-4.490 dan sempat berada di area target resisten 4.548-4.565, meski berakhir di bawah level tersebut.
Sementara, laju IHSG mengawali pekan ini dengan berhasil berbalik arah menguat. Para pelaku pasar terpantau memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi sejumlah saham sehingga dapat membantu IHSG berbalik menguat.
Di awal perdagangan, laju IHSG mencoba untuk berbalik menguat seiring respons positif pelaku pasar terhadap imbas menguatnya sejumlah bursa saham global.
"Bahkan laju IHSG pun terimbas laju bursa saham AS yang mengalami kenaikan di mana pelaku pasar mencoba mengesampingkan sentimen dari peluang kenaikan The Fed," jelas Reza.
Di sisi lain, meski beberapa data ekonomi AS cenderung turun, antara lain nonfarm payrolls dan balance of trade namun, tidak menghalangi laju IHSG untuk tetap menguat.
"Transaksi asing kembali melakukan aksi beli namun, kurang dididukung oleh laju rupiah yang kembali terdepresiasi. Asing kembali masuk (dari net buy Rp182 miliar menjadi net buy Rp605 miliar)," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan lanjutan kembali terlihat jika kenaikan volume jual mencoba untuk di tahan.
"Meski demikian, tetap mencermati setiap potensi pelemahan (jika ada), terutama dari isi pergerakan rupiah. Jika tidak, maka laju pelemahan dapat berpotensi terjadi," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Sisa utang gap di level 4.346-4.381 masih ada namun, diperkirakan laju IHSG belum tentu akan mendekati level utang gap tersebut.
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.500-4.530 dan resisten 4.532-4.545. Laju IHSG kemarin di atas area target support 4.440-4.490 dan sempat berada di area target resisten 4.548-4.565, meski berakhir di bawah level tersebut.
Sementara, laju IHSG mengawali pekan ini dengan berhasil berbalik arah menguat. Para pelaku pasar terpantau memanfaatkan pelemahan sebelumnya untuk kembali mengakumulasi sejumlah saham sehingga dapat membantu IHSG berbalik menguat.
Di awal perdagangan, laju IHSG mencoba untuk berbalik menguat seiring respons positif pelaku pasar terhadap imbas menguatnya sejumlah bursa saham global.
"Bahkan laju IHSG pun terimbas laju bursa saham AS yang mengalami kenaikan di mana pelaku pasar mencoba mengesampingkan sentimen dari peluang kenaikan The Fed," jelas Reza.
Di sisi lain, meski beberapa data ekonomi AS cenderung turun, antara lain nonfarm payrolls dan balance of trade namun, tidak menghalangi laju IHSG untuk tetap menguat.
"Transaksi asing kembali melakukan aksi beli namun, kurang dididukung oleh laju rupiah yang kembali terdepresiasi. Asing kembali masuk (dari net buy Rp182 miliar menjadi net buy Rp605 miliar)," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :