Fondasi Ekonomi RI Rendah Picu Ketimpangan Sosial

Rabu, 09 Desember 2015 - 17:08 WIB
Fondasi Ekonomi RI Rendah...
Fondasi Ekonomi RI Rendah Picu Ketimpangan Sosial
A A A
JAKARTA - Direktur Institut For Economic and Social Research I Kadek Dian Sutrisna Artha mengatakan, ‎ketahanan ekonomi yang rendah mengindikasikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tidak kuat dalam menghadapi shocks yang terjadi.

Shock economy yang terjadi adalah perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia dan dunia dalam beberapa waktu terakhir, dan tentunya menghantam masyarakat bawah.

(Baca Juga: Empat Cara Memangkas Ketimpangan Sosial versi Bank Dunia)

"Kaum yang paling rentan dari shocks adalah masyarakat miskin. Ini menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya ketimpangan terutama saat sekarang ini Indonesia mengahadapi shocks dari perekonomian global," ucapnya kepada Sindonews di Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Faktor lain yang paling menentukan ketimpangan, lanjut dia adalah masalah buruknya tata kelola pemerintahanan. Maka ‎kualitas institusi harus ditingkatkan baik pada level nasional maupun daerah.

"Institusi pemerintah yang bersih, transparan dan yang paling penting adalah kebijakannya bersifat inklusif‎, yaitu kebijakan yang memberi keadilan terutama untuk masyarakat miskin dan tidak mampu," sambungnya.

Menurutnya hal ini sudah mulai terlihat di pemerintahan Jokowi dimana dari sisi budget sudah dialihkan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) ke pengeluaran produktif.

"Alokasi budget belum cukup kalau tidak disertai dengan transparansi dan kontrol serta evaluasi hasilnya. Dalam era desentralisasi ini tata kelola pemerintah daerah menjadi ujung tombak untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan memberi keadilan untuk masyarakat miski‎n," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved