IHSG Diperkirakan Variatif Cenderung Menguat
Jum'at, 11 Desember 2015 - 08:16 WIB
IHSG Diperkirakan Variatif Cenderung Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan tetap mixed cenderung kembali mencoba menguat.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada rentang 4.445-4.515," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen selanjutnya diakhir pekan di antaranya data investasi asing di China, data penjualan ritel dan indeks harga produk industri di AS dengan ekspetasi cukup baik. "Sehingga berpotensi menaikkan peluang naiknya Fed Rate di akhir tahun ini," jelas Lanjar.
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung negatif selama perdagangan namun secara tak terduga ditutup positif pada preclosing 2,03 poin atau 0,04% dilevel 4.466,21.
Nilai tukar rupiah yang mmelemah mendekati level Rp14.000/USD menjadi salah satu penekan IHSG pada perdagangan hari ini, sehingga tercatat penjualan bersih investor asing sebesar Rp489,27 miliar.
"Sektor komoditas melanjutkan penekanan yang cukup kuat terhadap indeks di mana sektor pertanian melemah 1,29% dan pertambangan melemah 1.83%. Minimnya sentimen pasca libur nasional kemarin membuat investor lebih memperhatikan sentimen global," pungkasnya.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada rentang 4.445-4.515," ujarnya di Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen selanjutnya diakhir pekan di antaranya data investasi asing di China, data penjualan ritel dan indeks harga produk industri di AS dengan ekspetasi cukup baik. "Sehingga berpotensi menaikkan peluang naiknya Fed Rate di akhir tahun ini," jelas Lanjar.
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung negatif selama perdagangan namun secara tak terduga ditutup positif pada preclosing 2,03 poin atau 0,04% dilevel 4.466,21.
Nilai tukar rupiah yang mmelemah mendekati level Rp14.000/USD menjadi salah satu penekan IHSG pada perdagangan hari ini, sehingga tercatat penjualan bersih investor asing sebesar Rp489,27 miliar.
"Sektor komoditas melanjutkan penekanan yang cukup kuat terhadap indeks di mana sektor pertanian melemah 1,29% dan pertambangan melemah 1.83%. Minimnya sentimen pasca libur nasional kemarin membuat investor lebih memperhatikan sentimen global," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :