USD Stabil, Rupiah Dibuka Semakin Jeblok
Jum'at, 11 Desember 2015 - 09:59 WIB
USD Stabil, Rupiah Dibuka Semakin Jeblok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini dibuka semakin jeblok mendekati level Rp14.000/USD di tengah stabilnya USD.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada pada level Rp14.060/USD. Posisi itu semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.921/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah dibuka pada level Rp13.965/USD. Posisi ini memburuk dibading penutupan sebelumnya pada posisi Rp13.824/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka Rp13.939/USD dan pada pukul 9.55 beradapa di level Rp13.955/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi sebelumnya yang berakhir di level Rp13.953/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.937/USD. Posisi ini naik tipis 17 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.954/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, USD pada hari ini stabil dan sedikit lega setelah euro kehilangan momentum usai keomentar yang 'dovish' oleh pembuat kebijakan.
Euro sedikit berubah menjadi 1,0944 setelah merosot sekitar 0,7% tadi malam. Hal tersebut terpaksa meninggalkan posisi tertinggi dalam satu bulan yang sempat menyentuh 1,1044.
Mata uang umum masih siap untuk mengakhiri pekan naik 0,5%, setelah melonjak pasca ECB menyampaikan paket pelonggaran moneter dari perkiraan akhir pekan lalu.
Grennback mungkin telah menderita kerugian besar terhadap euro pekan ini, tapi perbedaan tampaknya tak terelekkan di AS dan kebijakan moneter Eropa diperkirakan akan terus mendukung USD dalam jangka panjang. Federal Reserve diharapkan untuk menaikkan suku bunga pekan depan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Sementara terhadap yen, USD naik 0,3% menjadi 121,88, mendekati posisi terendah dalam satu bulan yang sempat menyentuh 121,075. USD masih berada di jalur penurunan 1% mingguan terhadap yen.
Di sisi lain, dolar Australia turun 0,7% menjadi 0,7261, setelah sempat melonjak lebih dari 1% atau sebesar 0,7335 kemarin, setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Australia telah mencapai titik terendah dalam 19 bulan pada November.
Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada pada level Rp14.060/USD. Posisi itu semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.921/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah dibuka pada level Rp13.965/USD. Posisi ini memburuk dibading penutupan sebelumnya pada posisi Rp13.824/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka Rp13.939/USD dan pada pukul 9.55 beradapa di level Rp13.955/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi sebelumnya yang berakhir di level Rp13.953/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.937/USD. Posisi ini naik tipis 17 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.954/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, USD pada hari ini stabil dan sedikit lega setelah euro kehilangan momentum usai keomentar yang 'dovish' oleh pembuat kebijakan.
Euro sedikit berubah menjadi 1,0944 setelah merosot sekitar 0,7% tadi malam. Hal tersebut terpaksa meninggalkan posisi tertinggi dalam satu bulan yang sempat menyentuh 1,1044.
Mata uang umum masih siap untuk mengakhiri pekan naik 0,5%, setelah melonjak pasca ECB menyampaikan paket pelonggaran moneter dari perkiraan akhir pekan lalu.
Grennback mungkin telah menderita kerugian besar terhadap euro pekan ini, tapi perbedaan tampaknya tak terelekkan di AS dan kebijakan moneter Eropa diperkirakan akan terus mendukung USD dalam jangka panjang. Federal Reserve diharapkan untuk menaikkan suku bunga pekan depan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade.
Sementara terhadap yen, USD naik 0,3% menjadi 121,88, mendekati posisi terendah dalam satu bulan yang sempat menyentuh 121,075. USD masih berada di jalur penurunan 1% mingguan terhadap yen.
Di sisi lain, dolar Australia turun 0,7% menjadi 0,7261, setelah sempat melonjak lebih dari 1% atau sebesar 0,7335 kemarin, setelah data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Australia telah mencapai titik terendah dalam 19 bulan pada November.
(izz)