Rupiah dan IHSG Siang Ini Kompak Tersungkur
Jum'at, 11 Desember 2015 - 11:48 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Kompak Tersungkur
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini semakin parah di tengahnya memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg siang ini semakin terpuruk, berada pada posisi Rp13.965/USD. Posisi tersebut merosot dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.953/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.990/USD, dengan kisaran harian Rp13.921-Rp14.036/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.824/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.069/USD. Posisi itu semakin melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.921/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.937/USD. Posisi ini naik tipis 17 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.954/USD.
Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup berbalik melemah, turun 43,27 poin atau 0,97% ke level 4.422,94 di tengah mayoritas melemahnya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka naik 5,57 poin atau 0,16% ke level 4.471,36.
Sektor saham hari ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor industri dsar, turun 1,52%, disusul sektor aneka industri yang turun 1,35% .
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,25 miliar dengan 1,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp36,74 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,13 triliun dan aksi beli Rp2,17 miliar. Tercatat 67 saham menguat, 175 saham melemah dan 68 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT AKR Corporindo, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Antra International Tbk (ASII).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg siang ini semakin terpuruk, berada pada posisi Rp13.965/USD. Posisi tersebut merosot dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.953/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.990/USD, dengan kisaran harian Rp13.921-Rp14.036/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.824/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp14.069/USD. Posisi itu semakin melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.921/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.937/USD. Posisi ini naik tipis 17 poin dari penutupan sebelumnya di lebel Rp13.954/USD.
Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup berbalik melemah, turun 43,27 poin atau 0,97% ke level 4.422,94 di tengah mayoritas melemahnya bursa Asia. IHSG pagi tadi dibuka naik 5,57 poin atau 0,16% ke level 4.471,36.
Sektor saham hari ini semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor industri dsar, turun 1,52%, disusul sektor aneka industri yang turun 1,35% .
Sementara nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,25 miliar dengan 1,50 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp36,74 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,13 triliun dan aksi beli Rp2,17 miliar. Tercatat 67 saham menguat, 175 saham melemah dan 68 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT AKR Corporindo, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), dan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Antra International Tbk (ASII).
(izz)
Lihat Juga :