Proyek Listrik 35.000 MW Jokowi Ditopang Enam Perbankan

Jum'at, 18 Desember 2015 - 10:44 WIB
Proyek Listrik 35.000...
Proyek Listrik 35.000 MW Jokowi Ditopang Enam Perbankan
A A A
JAKARTA - PT PLN (Persero) melakukan kerja sama perjanjian kredit investasi PLN dengan sindikasi 6 bank dalam negeri. Keenam perbankan tersebut antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Indonesia Exim Bank, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, perjanjian Kredit Investasi PLN bertujuan untuk mendanai kebutuhan pembiayaan perusahaan (corporate loan) untuk investasi sesuai dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2015 dan sisa investasi dalam RKAP tahun 2015. Dalam perjanjian, keenam Bank ini akan memberikan plafon kredit sebesar Rp 12 triliun dengan tenor pinjaman selama 10 tahun sejak penandatanganan perjanjian, termasuk masa tenggang 3 tahun.

Kredit ini akan disalurkan untuk membiayai investasi PLN di semua fungsi, mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga fungsi pendukung. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan dan komitmen Bank Dalam Negeri terhadap PLN dalam mendukung Program Kelistrikan 35.000 MW.

”Pada kesempatan ini, kembali kita membuktikan kesolidan kita sebagai komponen bangsa, dalam memberikan bukti nyata untuk kemajuan dan meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Dia berharap, perjanjian ini menjadi awal yang positif bagi PLN dan perbankan tanah air, mengingat potensi bisnis PLN yang sangat besar terutama untuk lima tahun ke depan. Selain kerja sama perjanjian corporate loan, PLN juga melakukan kerja sama perjanjian kredit sindikasi untuk mendanai 85% nilai proyek PLTU Teluk Balikpapan (Kalimantan Timur).

(Baca Juga: Jokowi Pastikan Tak Revisi Proyek Listrik 35.000 MW)

Ditambahkannya PLN membuka peluang kerjasama bagi perbankan dalam negeri. Hal ini mengingat kebutuhan listrik yang begitu besar, perkembangan masyarakat dan tuntutan pemerintah untuk mensejahterakan Indonesia, membutuhkan pembiayaan yang besar. "Oleh karenanya diperlukan kemitraan yang lebih luas dengan perbankan dalam negeri," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
10 menit yang lalu
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
26 menit yang lalu
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
35 menit yang lalu
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
1 jam yang lalu
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
1 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved