Menteri Rini Lebur Dua Perusahaan Reasuransi Pelat Merah

Jum'at, 18 Desember 2015 - 16:57 WIB
Menteri Rini Lebur Dua...
Menteri Rini Lebur Dua Perusahaan Reasuransi Pelat Merah
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini meresmikan peleburan PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero) ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau dikenal dengan brand Indonesia-Re.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari transformasi perusahaan reasuransi nasional menuju perusahaan reasuransi yang besar dan kokoh.

Penandatanganan Akta Penggabungan PT Reasuransi Umum Indonesia (RUI) ke dalam Indonesia-Re tersebut dilakukan di Kantor Kementerian BUMN, d‎isaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani.

Dalam sambutannya, Rini Soemarno mengatakan, pascapenggabungan ini, Indonesia Re akan melakukan transfer portfolio bisnis reasuransi konvensional RelNDO atau merger vertical RelNDO yang merupakan anak perusahaan RUI ke dalam Indonesia Re.

"Dengan demikian ReINDO menjadi ruh dan engine Indonesia Re ke depan," katanya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Indonesia Re merupakan hasil tranformasi dari Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) yang dijadikan holding company perusahaan reasuransi nasional dan berganti nama menjadi PT Asei Reasuransi Indonesia (Asei Re) pada 2014.

Kemudian, Asei Re betranformasi dengan perubahan nama menjadi PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) di awal 2015.

Dia mengatakan, seiring dengan transformasi tersebut, Indonesia Re melakukan spin off lini bisnis langsung asuransi dengan mendirikan anak perusahaan PT Asuransi Asei Indonesia (Asuransi Asei) yang merupakan perusahaan asuransi kerugian dan penjaminan kredit 2014. Portofolio bisnis direct asuransi dialihkan ke Asuransi Asei.

Pembentukan induk usaha reasuransi nasional ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mengatasi defisit reasuransi nasional.

"Dengan adanya perusahaan reasuransi nasional yang besar dan kuat, diharapkan akan mengurangi capital outflow premi reasuransi yang saat ini nilainya mencapai lebih dari Rp20 triliun per tahun," terang dia.

Pasca penggabungan ini, sambung Rini, Indonesia Re akan mengkonsolidasikan lini-lini bisnisnya dan meningkatkan pelayanan reasuransi kepada pelanggannya, sehingga mampu memberikan kepuasan para pelanggannya selama ini.

"Indonesia Re berkomitmen untuk meningkatkan kinerja, pengembangan teknologi informasi sehingga kualitas pelayanan kepada para nasabah menjadi lebih baik," tuturnya.

Rini menambahkan, dalam roadmap transformasi perusahaan reasuransi nasional ini, pemerintah juga akan meningkatkan modal Indonesia Re.

"Dengan demikian dapat menjadi perusahaan reasuransi nasional yang unggul dan mampu bersaing di kancah regional dan global," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
34 menit yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
50 menit yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
1 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
1 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
1 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
2 jam yang lalu
Infografis
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved