Permintaan Minim, Harga Minyak Dunia di Bawah Tekanan
Selasa, 29 Desember 2015 - 09:12 WIB
Permintaan Minim, Harga Minyak Dunia di Bawah Tekanan
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia terus di bawah tekanan ketika permintaan cenderung melambat ditambah produksi global yang terus melonjak hingga akibatnya memangkas harga minyak menuju level terendah. Harga minyak Brent kembali ke titik rendah dan perdagangan minyak mentah AS tercatat rendah karena lemahnya konsumsi minyak di Jepang.
Dilansir Reuters, Selasa (29/12/2015) harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 6 sen menjadi USD36,75 per barel. Sementara harga minyak Brent juga turun 3 sen dari perdagangan terakhir menjadi USD36,59 per barel dan menunjukkan level terendah dalam 11 tahun terakhir sejak awal Desember lalu.
Sejak harga minyak mentah jatuh pada Juni 2014, permintaan tidak juga membaik. Sementara negara eksportir seperti Rusia dan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) terus memproduksi. "Pertumbuhan permintaan di Eropa berbalik negatif pada Oktober pada level minus 170,000 barel per hari. Serta untuk pertama kali dalam 10 bulan permintaan bensin di China juga melambat," jelas analis JBC Energy.
Analis berharap struktur harga dapat membaik, meski pasar global masih akan tertekan karena melambatnya permintaan sedangkan persediaan terus bertambah. Indeks minyak mentah di perdagangan Asia juga tergelincir usai rilis data Jepang yang menunjukkan penjualan minyak terendah dalam 46 tahun di negara yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar keempat dunia itu.
Dilansir Reuters, Selasa (29/12/2015) harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 6 sen menjadi USD36,75 per barel. Sementara harga minyak Brent juga turun 3 sen dari perdagangan terakhir menjadi USD36,59 per barel dan menunjukkan level terendah dalam 11 tahun terakhir sejak awal Desember lalu.
Sejak harga minyak mentah jatuh pada Juni 2014, permintaan tidak juga membaik. Sementara negara eksportir seperti Rusia dan organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) terus memproduksi. "Pertumbuhan permintaan di Eropa berbalik negatif pada Oktober pada level minus 170,000 barel per hari. Serta untuk pertama kali dalam 10 bulan permintaan bensin di China juga melambat," jelas analis JBC Energy.
Analis berharap struktur harga dapat membaik, meski pasar global masih akan tertekan karena melambatnya permintaan sedangkan persediaan terus bertambah. Indeks minyak mentah di perdagangan Asia juga tergelincir usai rilis data Jepang yang menunjukkan penjualan minyak terendah dalam 46 tahun di negara yang merupakan konsumen minyak mentah terbesar keempat dunia itu.
(akr)
Lihat Juga :