Rupiah Makin Merosot Siang Ini, IHSG Terus Menguat
Selasa, 29 Desember 2015 - 12:36 WIB
Rupiah Makin Merosot Siang Ini, IHSG Terus Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini Selasa (29/12/2015) makin merosot di tengah menghijaunya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg siang ini melemah di posisi Rp13.686/USD dibandingkan pembukaan pagi tadi pada level Rp13.663/USD. Posisi ini merosot tajam 40 poin dibandingkan kemarin pada level Rp13.646/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.690/USD, dengan kisaran harian Rp13.625-Rp13.690/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.650/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah siang ini berada pada posisi Rp13.685/USD. Posisi itu semakin melemah 30 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.655/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.658/USD. Posisi ini merosot 19 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.639/USD.
Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih menghijau, naik 4,87 poin atau 0,11% ke level 4.562,22. Sedangkan IHSG pagi tadi dibuka naik naik 6,00 poin atau 0,13% ke level 4.563,35.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat dengan hanya dua sektor mengalami penurunan. Sektor pertambangan masih memimpin naik 1,24% dan yang melemah terdalam adalah sektor infrastruktur yang melemah 0,48%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan 4,7 saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp134 miliar.
Aksi jual asing mencapai Rp581 miliar dan aksi beli Rp447 miliar. Tercatat 130 saham menguat, 110 saham melemah dan 94 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI). Dan saham-saham yang melemah di antaranya PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM), PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
Rupiah berdasarkan data Bloomberg siang ini melemah di posisi Rp13.686/USD dibandingkan pembukaan pagi tadi pada level Rp13.663/USD. Posisi ini merosot tajam 40 poin dibandingkan kemarin pada level Rp13.646/USD.
Menurut data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.690/USD, dengan kisaran harian Rp13.625-Rp13.690/USD. Posisi tersebut memburuk dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.650/USD.
Sementara berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah siang ini berada pada posisi Rp13.685/USD. Posisi itu semakin melemah 30 poin dari posisi sebelumnya di level Rp13.655/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.658/USD. Posisi ini merosot 19 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.639/USD.
Sementara, IHSG pada perdagangan sesi I hari ini ditutup masih menghijau, naik 4,87 poin atau 0,11% ke level 4.562,22. Sedangkan IHSG pagi tadi dibuka naik naik 6,00 poin atau 0,13% ke level 4.563,35.
Sektor saham hari ini mayoritas menguat dengan hanya dua sektor mengalami penurunan. Sektor pertambangan masih memimpin naik 1,24% dan yang melemah terdalam adalah sektor infrastruktur yang melemah 0,48%. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,6 triliun dengan 4,7 saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp134 miliar.
Aksi jual asing mencapai Rp581 miliar dan aksi beli Rp447 miliar. Tercatat 130 saham menguat, 110 saham melemah dan 94 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI). Dan saham-saham yang melemah di antaranya PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM), PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).
(akr)
Lihat Juga :