IMF Ramal Minyak Dunia 2016 Terpuruk di Bawah USD20
Selasa, 29 Desember 2015 - 13:57 WIB
IMF Ramal Minyak Dunia 2016 Terpuruk di Bawah USD20
A
A
A
ABUJA - International Monetary Fund (IMF) meramal harga minyak mentah dunia 2016 akan semakin merosot hingga di bawah level USD20 per barel.
Seperti dikutip dari Vanguardngr.com, Selasa (29/12/2015), IMF melaporkan bahwa harga minyak mentah bisa turun antara USD5 dan USD15 pada 2016. Namun, penurunan tersebut tidak berpengaruh negatif secara langsung terhada Iran, yang produk domestik bruto (PDB) diperkirakan akan meningkat 4-5,5% pada 2017.
"Prospek 2016/2017 lebih jelas, karena pencabutan calon sanksi ekonomi. Produksi minyak yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah untuk perdagangan dan transaksi keuangan, serta akses dikembalikan ke aset asing, diharapkan dapat mengangkat PDB sekitar 4-5,5% tahun depan," kata IMF.
Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Nigeria, yang anggarannya mengacu pada harga minyak sebesar USD38 per barel untuk tahun fiskal 2016. Nigeria diharapkan menghasilkan 2,2 juta barel minyak mentah per hari pada 2016 dan menjual pada harga USD38 per barel. Nigeria mengharapkan dapat menghasilkan USD83,6 juta per hari atau sekitar USD30,5 miliar selama 2016.
IMF memprediksi jika harga minyak berada pada level USD20, Nigeria akan menghasilkan USD44 juta per hari pada 2016. Ini berarti bahwa Nigeria akan mendapatkan penghasilan setidaknya 47,4% dari minyak dari yang sudah diproyeksikan, akibatnya menambah lebih banyak tekanan untuk kebutuhan bangsa mencari pinjaman pada 2016.
Menurut Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, pendapatan minyak diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar N820 miliar untuk ekonomi, sedangkan defisit anggaran sebesar N2.22 triliun akan didanai oleh pinjaman dari luar negeri dan dalam negeri.
Pada November, Iran sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar keempat di dunia, memiliki 36 juta barel minyak disimpan di kapal tanker lepas pantai untuk dijual pada 2016, untuk mendorong kelebihan pasokan.
Hal ini bertentangan dengan proyeksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa harga minyak mentah dunia tidak akan terus turun, karena bisa naik ke atas.
Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al-Badri membuat pengungkapan ini pada dialog energi OPEC-India pertama di New Delhi.
Perlu diingat bahwa harga minyak turun sekitar dua pertiga sejak pertengahan 2014, di mana harga minyak mentah brent kemarin berada pada level terendah sejak 2004 yang berada pada posisi USD36 per barel.
"Saya sudah berada di bisnis minyak sepanjang hidupku. Saya melihat enam siklus, melihat harga yang sangat tinggi, melihat harga rendah, dan ini tidak akan berlanjut," tandasnya.
Seperti dikutip dari Vanguardngr.com, Selasa (29/12/2015), IMF melaporkan bahwa harga minyak mentah bisa turun antara USD5 dan USD15 pada 2016. Namun, penurunan tersebut tidak berpengaruh negatif secara langsung terhada Iran, yang produk domestik bruto (PDB) diperkirakan akan meningkat 4-5,5% pada 2017.
"Prospek 2016/2017 lebih jelas, karena pencabutan calon sanksi ekonomi. Produksi minyak yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah untuk perdagangan dan transaksi keuangan, serta akses dikembalikan ke aset asing, diharapkan dapat mengangkat PDB sekitar 4-5,5% tahun depan," kata IMF.
Hal yang sama tidak dapat dikatakan untuk Nigeria, yang anggarannya mengacu pada harga minyak sebesar USD38 per barel untuk tahun fiskal 2016. Nigeria diharapkan menghasilkan 2,2 juta barel minyak mentah per hari pada 2016 dan menjual pada harga USD38 per barel. Nigeria mengharapkan dapat menghasilkan USD83,6 juta per hari atau sekitar USD30,5 miliar selama 2016.
IMF memprediksi jika harga minyak berada pada level USD20, Nigeria akan menghasilkan USD44 juta per hari pada 2016. Ini berarti bahwa Nigeria akan mendapatkan penghasilan setidaknya 47,4% dari minyak dari yang sudah diproyeksikan, akibatnya menambah lebih banyak tekanan untuk kebutuhan bangsa mencari pinjaman pada 2016.
Menurut Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, pendapatan minyak diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar N820 miliar untuk ekonomi, sedangkan defisit anggaran sebesar N2.22 triliun akan didanai oleh pinjaman dari luar negeri dan dalam negeri.
Pada November, Iran sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar keempat di dunia, memiliki 36 juta barel minyak disimpan di kapal tanker lepas pantai untuk dijual pada 2016, untuk mendorong kelebihan pasokan.
Hal ini bertentangan dengan proyeksi Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bahwa harga minyak mentah dunia tidak akan terus turun, karena bisa naik ke atas.
Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al-Badri membuat pengungkapan ini pada dialog energi OPEC-India pertama di New Delhi.
Perlu diingat bahwa harga minyak turun sekitar dua pertiga sejak pertengahan 2014, di mana harga minyak mentah brent kemarin berada pada level terendah sejak 2004 yang berada pada posisi USD36 per barel.
"Saya sudah berada di bisnis minyak sepanjang hidupku. Saya melihat enam siklus, melihat harga yang sangat tinggi, melihat harga rendah, dan ini tidak akan berlanjut," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :