Rupiah Diramal Menguat
Minggu, 03 Januari 2016 - 22:15 WIB
Rupiah Diramal Menguat
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada pekan depan diperkirakan menguat akibat keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) dapat dibatasi menguatnya crown Swedia. Hal ini menjadi harapan positif.
"Dengan sentimen adanya harapan positif akan ekonomi Swedia yang menunjukan perbaikan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (3/1/2016).
Sementara di akhir tahun, lanjut dia, melemahnya EUR, NZD, JPY, dan INR yang juga diikuti dengan kembali melemahnya harga minyak mentah dunia turut berimbas negatif pada laju rupiah.
Laju mupiah mampu bertahan di atas target support Rp14.125/USD dan di rentang Rp14.125-Rp13.635/USD. Sedangkan, laju USD yang kembali berbalik naik terhadap sejumlah mata uang lainnya, antara lain GBP, JPY, CHF, CNY, dan beberapa mata uang lainnya tidak membuat laju rupiah melemah di awal pekan kemarin. Namun, justru berbalik naik meski tipis.
Menurut Reza, penguatan rupiah lebih karena adanya faktor teknikal untuk memanfaatkan kenaikan lanjutan sebelumnya meskipun tidak sepenuhnya didukung oleh sentimen yang ada.
Imbas kembali melemahnya laju harga minyak seperti perkiraan kami sebelumnya membuat laju USD dapat mengambil kesempatan untuk kembali melanjutkan kenaikan. Hal ini terjadi terhadap sejumlah mata uang lainnya antara lain GBP, JPY, CHF, CNY, dan beberapa mata uang lainnya," pungkasnya.
"Dengan sentimen adanya harapan positif akan ekonomi Swedia yang menunjukan perbaikan," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (3/1/2016).
Sementara di akhir tahun, lanjut dia, melemahnya EUR, NZD, JPY, dan INR yang juga diikuti dengan kembali melemahnya harga minyak mentah dunia turut berimbas negatif pada laju rupiah.
Laju mupiah mampu bertahan di atas target support Rp14.125/USD dan di rentang Rp14.125-Rp13.635/USD. Sedangkan, laju USD yang kembali berbalik naik terhadap sejumlah mata uang lainnya, antara lain GBP, JPY, CHF, CNY, dan beberapa mata uang lainnya tidak membuat laju rupiah melemah di awal pekan kemarin. Namun, justru berbalik naik meski tipis.
Menurut Reza, penguatan rupiah lebih karena adanya faktor teknikal untuk memanfaatkan kenaikan lanjutan sebelumnya meskipun tidak sepenuhnya didukung oleh sentimen yang ada.
Imbas kembali melemahnya laju harga minyak seperti perkiraan kami sebelumnya membuat laju USD dapat mengambil kesempatan untuk kembali melanjutkan kenaikan. Hal ini terjadi terhadap sejumlah mata uang lainnya antara lain GBP, JPY, CHF, CNY, dan beberapa mata uang lainnya," pungkasnya.
(dmd)