IHSG Dibuka Memerah di Awal Tahun, Bursa Asia Mixed
Senin, 04 Januari 2016 - 09:35 WIB
IHSG Dibuka Memerah di Awal Tahun, Bursa Asia Mixed
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal tahun 2016 dibuka memerah ke level 4.571,82, turun 21,19 poin atau 0,46%. Sementara pada penutupan akhir tahun 2015, IHSG ditutup pada posisi 4.593,01.
Menutup tahun kemarin, IHSG melonjak 23,65 poin atau 0,52% ketika mayoritas bursa Asia cenderung melemah. Sementara pagi ini pada awal perdagangan 2016, bursa Asia dibuka mixed ketika pasar saham Australia mengalami kenaikan dan indeks Nikkei merosot. Sektor energi memegang peranan di awal tahun setelah harga minyak mentah dunia bangkit di awal perdagangan Asia.
Pada bursa saham Amerika Serikat pada akhir 2015 lalu ditutup dengan hasil beragam saat S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencatat pergerakan terburuk sejak 2008, meski Nasdaq tutup tahun dengan mengalami kenaikan. S & P 500 turun 0,73% di 2015, sementara Dow Jones juga melemah 2,23% untuk tahun yang sama.
Sedangkan komposit Nasdaq memperoleh kenaikan 5,5% pada periode yang sama dibantuk melonjaknya saham-saham perusahaan teknologi. Hal berbeda justru terjadi dibursa Asia pada hari ini, Senin (4/1/2016) seperti dilansir CNBC, pasar saham Australia membuka hari pertama di 2016 dengan mengalami kenaikan 25,7 poin atau 0,49% di posisi 5.321.
Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,78% di level 18,885, dengan kebanyakan sektor perdagangan mengalami kemunduran. Indeks Hang Seng turun 422,01 poin atau 1,93% ke level 21.492,39 dan indeks Shanghai turun 107,83 poin atau 3,05% ke 3.431,35. Hal yang tidka jauh berbeda juga menimpa Straits Times melemah 41,39 poin atau 1,44% ke 2.841,34.
Nilai transaksi pada bursa Indonesia di awal tahun 2016 tercatat sebesar Rp28 miliar dengan 6 juta saham diperdagangkan dan transaksi asing minus Rp2,9 miliar. Aksi jual asing mencapai Rp15 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp12 miliar. Tercatat 12 saham naik, 24 saham melemah, dan 9 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka hampir semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perdagangan yang turun 0,72% diikuti sektor pertambangan melemah 0,53%. Sedangkan yang naik adalah sektor konsumen sebesar 0,59%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp100 menjadi Rp22.325, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp5.250 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp50 menjadi Rp5.775.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 menjadi Rp54.600 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp150 menjadi Rp16.800.
Menutup tahun kemarin, IHSG melonjak 23,65 poin atau 0,52% ketika mayoritas bursa Asia cenderung melemah. Sementara pagi ini pada awal perdagangan 2016, bursa Asia dibuka mixed ketika pasar saham Australia mengalami kenaikan dan indeks Nikkei merosot. Sektor energi memegang peranan di awal tahun setelah harga minyak mentah dunia bangkit di awal perdagangan Asia.
Pada bursa saham Amerika Serikat pada akhir 2015 lalu ditutup dengan hasil beragam saat S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencatat pergerakan terburuk sejak 2008, meski Nasdaq tutup tahun dengan mengalami kenaikan. S & P 500 turun 0,73% di 2015, sementara Dow Jones juga melemah 2,23% untuk tahun yang sama.
Sedangkan komposit Nasdaq memperoleh kenaikan 5,5% pada periode yang sama dibantuk melonjaknya saham-saham perusahaan teknologi. Hal berbeda justru terjadi dibursa Asia pada hari ini, Senin (4/1/2016) seperti dilansir CNBC, pasar saham Australia membuka hari pertama di 2016 dengan mengalami kenaikan 25,7 poin atau 0,49% di posisi 5.321.
Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,78% di level 18,885, dengan kebanyakan sektor perdagangan mengalami kemunduran. Indeks Hang Seng turun 422,01 poin atau 1,93% ke level 21.492,39 dan indeks Shanghai turun 107,83 poin atau 3,05% ke 3.431,35. Hal yang tidka jauh berbeda juga menimpa Straits Times melemah 41,39 poin atau 1,44% ke 2.841,34.
Nilai transaksi pada bursa Indonesia di awal tahun 2016 tercatat sebesar Rp28 miliar dengan 6 juta saham diperdagangkan dan transaksi asing minus Rp2,9 miliar. Aksi jual asing mencapai Rp15 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp12 miliar. Tercatat 12 saham naik, 24 saham melemah, dan 9 saham stagnan.
Sektor saham hari ini dibuka hampir semuanya melemah. Sektor dengan pelemahan terbesar adalah perdagangan yang turun 0,72% diikuti sektor pertambangan melemah 0,53%. Sedangkan yang naik adalah sektor konsumen sebesar 0,59%.
Adapun saham yang menguat, di antaranya PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp100 menjadi Rp22.325, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp75 menjadi Rp5.250 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp50 menjadi Rp5.775.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 menjadi Rp54.600 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp150 menjadi Rp16.800.
(akr)
Lihat Juga :