Inflasi Sepanjang 2015 Capai Target, BPS Beri Pemerintah Catatan
Senin, 04 Januari 2016 - 12:49 WIB
Inflasi Sepanjang 2015 Capai Target, BPS Beri Pemerintah Catatan
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi sepanjang 2015 (year on year/YoY) mencapai 3,35% dan menjadi yang terendah sejak 2010. Angka ini juga menunjukkan bahwa target inflasi yang dicanangkan pemerintah sebesar 4±1% tercapai.
"Inflasi secara yoy 3,35%. Itu dibanding lima tahun terakhir ini terendah. 2010 6,96%, 2013 8,38%, 2014 8,36%. Target pemerintah 4±1% ini sudah masuk. Artinya kan antara 3% dan 5%," kata Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/12/2015).
Dia menyebutkan, komoditas yang paling besar andilnya terhadap inflasi nasional 2015 adalah komoditas beras yang mencapai 0,31%, menyusul kemudian rokok kretek filter 0,16%, bawang merah 0,15%, dan daging ayam ras 0,15%.
Meski mencapai target, namun Dia memberikan cacatan buat pemerintah kedepannya agar dalam mengendalikan angka inflasi jangan hanya fokus pada saat Lebaran saja. Namun, juga menaruh perhatian penuh pada pengendalian di akhir tahun.
Diterangkannya terbukti, beberapa waktu lalu terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara pada musim liburan Natal dan Tahun Baru yang turut memengaruhi angka inflasi nasional. "Ke depan bagi pemerintah, pengendalian di akhir tahun harus lebih. Biasanya diabaikan, karena konsen di Lebaran saja," pungkasnya.
"Inflasi secara yoy 3,35%. Itu dibanding lima tahun terakhir ini terendah. 2010 6,96%, 2013 8,38%, 2014 8,36%. Target pemerintah 4±1% ini sudah masuk. Artinya kan antara 3% dan 5%," kata Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/12/2015).
Dia menyebutkan, komoditas yang paling besar andilnya terhadap inflasi nasional 2015 adalah komoditas beras yang mencapai 0,31%, menyusul kemudian rokok kretek filter 0,16%, bawang merah 0,15%, dan daging ayam ras 0,15%.
Meski mencapai target, namun Dia memberikan cacatan buat pemerintah kedepannya agar dalam mengendalikan angka inflasi jangan hanya fokus pada saat Lebaran saja. Namun, juga menaruh perhatian penuh pada pengendalian di akhir tahun.
Diterangkannya terbukti, beberapa waktu lalu terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan udara pada musim liburan Natal dan Tahun Baru yang turut memengaruhi angka inflasi nasional. "Ke depan bagi pemerintah, pengendalian di akhir tahun harus lebih. Biasanya diabaikan, karena konsen di Lebaran saja," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :