IHSG Awal Tahun Ditutup Tak Berdaya, Bursa China Anjlok
Senin, 04 Januari 2016 - 16:08 WIB
IHSG Awal Tahun Ditutup Tak Berdaya, Bursa China Anjlok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal tahun 2016 ditutup makin tak berdaya setelah sejak pembukaan pagi tadi tetap melanjutkan tren negatif. Sementara bursa saham China anjlok 7% di sesi pembukaan awal pekan hingga memaksa perdagangan dihentikan untuk pertama kalinya.
IHSG hari ini ditutup melemah 67,09 atau 1,46% ke level 4.525,92 dan pada sesi I IHSG masih betah masih betah di zona merah, turun 13,84 poin atau 0,30% ke level 4.579,16 di tengah tren negatif mayoritas bursa Asia. Sementara akhir tahun 2015 kemarin, IHSG ditutup pada posisi 4.593,01 atau melonjak 23,65 poin sebesar 0,52%.
Dilansir Reuters, Senin (4/1/2016) bursa China merosot dengan cepat pada sore hari, hingga akhirnya sesi perdagangan dihentikan 90 menit sebelum penutupan waktu setempat. Indeks CSI300 blue-chip berakhir turun 7% pada posisi 3.470,41 dan Shanghai Composite Index juga melemah 6,9% ke level 3.296,66.
Sedangkan indeks Hang Seng menyusut 587,28 poin atau 2,68% ke posisi 21.327,12. Sementara indeks Straits Times melemah 54,59 poin atau 1,89% ke level 2.828,14.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,82 triliun dengan 3,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp55 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp829 miliar dan aksi beli Rp884 miliar. Tercatat 73 saham menguat, 219 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp400 menjadi Rp6.950, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp150 menjadi Rp5.325 dan PT Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) naik Rp100 menjadi Rp2,000.
Dan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2050 menjadi Rp52.950, Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp1575 menjadi Rp28.925 dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) turun Rp475 menjadi Rp7.500.
IHSG hari ini ditutup melemah 67,09 atau 1,46% ke level 4.525,92 dan pada sesi I IHSG masih betah masih betah di zona merah, turun 13,84 poin atau 0,30% ke level 4.579,16 di tengah tren negatif mayoritas bursa Asia. Sementara akhir tahun 2015 kemarin, IHSG ditutup pada posisi 4.593,01 atau melonjak 23,65 poin sebesar 0,52%.
Dilansir Reuters, Senin (4/1/2016) bursa China merosot dengan cepat pada sore hari, hingga akhirnya sesi perdagangan dihentikan 90 menit sebelum penutupan waktu setempat. Indeks CSI300 blue-chip berakhir turun 7% pada posisi 3.470,41 dan Shanghai Composite Index juga melemah 6,9% ke level 3.296,66.
Sedangkan indeks Hang Seng menyusut 587,28 poin atau 2,68% ke posisi 21.327,12. Sementara indeks Straits Times melemah 54,59 poin atau 1,89% ke level 2.828,14.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,82 triliun dengan 3,32 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp55 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp829 miliar dan aksi beli Rp884 miliar. Tercatat 73 saham menguat, 219 saham melemah dan 82 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp400 menjadi Rp6.950, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik Rp150 menjadi Rp5.325 dan PT Sorini Agro Asia Corporindo (SOBI) naik Rp100 menjadi Rp2,000.
Dan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp2050 menjadi Rp52.950, Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp1575 menjadi Rp28.925 dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) turun Rp475 menjadi Rp7.500.
(akr)
Lihat Juga :