IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia Masih Tertekan
Selasa, 05 Januari 2016 - 09:19 WIB
IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia Masih Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menghijau di tengah goyahnya bursa utama Asia. IHSG naik 16,81 poin atau 0,37% ke level 4.542,73.
Sementara IHSG pada perdagangan awal tahun 2016 ditutup makin tak berdaya setelah sejak pembukaan tetap melanjutkan tren negatif. IHSG kemarin ditutup melemah 67,09 atau 1,46% ke level 4.525,92
Dilansir Reuters, Selasa (5/1/2015) mayoritas bursa saham Asia masih terpuruk ketika membutuhkan dorongan dari China. Pasar saham Asia masih menunggu kondisi ekonomi China yang sedang mengalami pelambatan ditambah kondisi global yang belum pulih.
Bahkan kini konflik memanas di Timur Tengah terus memberikan tekanan kepada harga komoditas, hingga membuat para investor cemas. Tercatat indeks Jepang Nikkei N225 tergelincir 0,5% pada awal pekan kemarin hingga ditutup dengan penurunan 3,1%.
"Pertumbuhan global dan stabilitas geopolitik tetap sumber utama keprihatinan di pasar saham. Jika kondisi ketidakpastian terus memburuk, maka bakal membuat likuiditas terkena imbasnya," jelas analis di Citi.
Semua mata tertuju ke China ketika perdagangan mereka dihentikan untuk pertama kalinya. Indeks CSI300 yang terbesar di Shanghai dan Shenzhen menyusut sampai 7,0% sebelum perdagangan dihentikan, kondisi terburuk sejak Agustus tahun lalu ketika Cina masih dalam pergolakan dibandingkan pasar lain.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,2%, sedangkan saham Australia melemah 1,1%. Adapun indeks Hang Seng naik 20,61 poin atau 0,10% ke posisi 21.347,73 dan indeks Shanghai membaik dengan kenaikan 9,34 poin atau 0,28% ke level 3.305,59.
Sedangkan indeks Straits Times juga melonjak 4,60 poin atau 0,16% ke level 2.840,57. Sementara sektor saham di Tanah Air pada perdagangan hari ini mayoritas mengalami penguatan dengan sektor aneka industri melonjak 2,66 disusul sektor manufaktur yang juga naik 1,48%
Sementara IHSG pada perdagangan awal tahun 2016 ditutup makin tak berdaya setelah sejak pembukaan tetap melanjutkan tren negatif. IHSG kemarin ditutup melemah 67,09 atau 1,46% ke level 4.525,92
Dilansir Reuters, Selasa (5/1/2015) mayoritas bursa saham Asia masih terpuruk ketika membutuhkan dorongan dari China. Pasar saham Asia masih menunggu kondisi ekonomi China yang sedang mengalami pelambatan ditambah kondisi global yang belum pulih.
Bahkan kini konflik memanas di Timur Tengah terus memberikan tekanan kepada harga komoditas, hingga membuat para investor cemas. Tercatat indeks Jepang Nikkei N225 tergelincir 0,5% pada awal pekan kemarin hingga ditutup dengan penurunan 3,1%.
"Pertumbuhan global dan stabilitas geopolitik tetap sumber utama keprihatinan di pasar saham. Jika kondisi ketidakpastian terus memburuk, maka bakal membuat likuiditas terkena imbasnya," jelas analis di Citi.
Semua mata tertuju ke China ketika perdagangan mereka dihentikan untuk pertama kalinya. Indeks CSI300 yang terbesar di Shanghai dan Shenzhen menyusut sampai 7,0% sebelum perdagangan dihentikan, kondisi terburuk sejak Agustus tahun lalu ketika Cina masih dalam pergolakan dibandingkan pasar lain.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang mengalami penurunan 0,2%, sedangkan saham Australia melemah 1,1%. Adapun indeks Hang Seng naik 20,61 poin atau 0,10% ke posisi 21.347,73 dan indeks Shanghai membaik dengan kenaikan 9,34 poin atau 0,28% ke level 3.305,59.
Sedangkan indeks Straits Times juga melonjak 4,60 poin atau 0,16% ke level 2.840,57. Sementara sektor saham di Tanah Air pada perdagangan hari ini mayoritas mengalami penguatan dengan sektor aneka industri melonjak 2,66 disusul sektor manufaktur yang juga naik 1,48%
(akr)
Lihat Juga :