Citilink Buka Rute ke Papua dan Maluku Tahun Ini
Rabu, 06 Januari 2016 - 00:23 WIB
Citilink Buka Rute ke Papua dan Maluku Tahun Ini
A
A
A
JAKARTA - PT Citilink Indonesia akan membuka rute baru ke wilayah Indonesia Timur tahun ini. Dua tempat yang disasar adalah Papua dan Maluku.
Direktur Utama Citilink Albert Burhan mengatakan, penambahan tersebut melengkapi rute yang sudah dibuka sebelumnya ke Indonesia Timur, di antaranya Makasar, Manado, dan Palu. "Sementara kemarin kita sudah mulai ke Makassar, Palu, Manado, dan kita tambah frekuensinya untuk wilayah tersebut. Lalu, juga ditambah ke Papua dan Maluku," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/1/2016).
Albert menuturkan, untuk rute penerbangan ke luar negeri saat ini masih dikaji. Perusahaan sampai sekarang masih fokus ke domestik. (Baca: Citilink Target Angkut 13 Juta Penumpang pada 2016)
"Selama ini Citilink sangat fokus di domestik terutama untuk wilayah barat dan tengah. Untuk itu, pada 2016 ini kita akan mulai membuka wilayah timur dan akhir tahun ke internasional," katanya.
Alasannya, lanjut dia, industri aviasi dalam negeri sedang ada kelebihan kapasitas yang cukup banyak. Maskapai asing pun menderita kerugian cukup besar. (Baca: Maskapai Wajib Perbaiki Delay jika Tidak Izin Dicabut)
"Bahkan, airline asing saja menderita kerugian cukup parah akibat over capasity tersebut. Kalau kita masuk di saat yang kurang tepat maka tentu tidak akan bagus juga bagi perusahaan," pungkasnya.
Direktur Utama Citilink Albert Burhan mengatakan, penambahan tersebut melengkapi rute yang sudah dibuka sebelumnya ke Indonesia Timur, di antaranya Makasar, Manado, dan Palu. "Sementara kemarin kita sudah mulai ke Makassar, Palu, Manado, dan kita tambah frekuensinya untuk wilayah tersebut. Lalu, juga ditambah ke Papua dan Maluku," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/1/2016).
Albert menuturkan, untuk rute penerbangan ke luar negeri saat ini masih dikaji. Perusahaan sampai sekarang masih fokus ke domestik. (Baca: Citilink Target Angkut 13 Juta Penumpang pada 2016)
"Selama ini Citilink sangat fokus di domestik terutama untuk wilayah barat dan tengah. Untuk itu, pada 2016 ini kita akan mulai membuka wilayah timur dan akhir tahun ke internasional," katanya.
Alasannya, lanjut dia, industri aviasi dalam negeri sedang ada kelebihan kapasitas yang cukup banyak. Maskapai asing pun menderita kerugian cukup besar. (Baca: Maskapai Wajib Perbaiki Delay jika Tidak Izin Dicabut)
"Bahkan, airline asing saja menderita kerugian cukup parah akibat over capasity tersebut. Kalau kita masuk di saat yang kurang tepat maka tentu tidak akan bagus juga bagi perusahaan," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :