Harga Minyak Dunia Rebound dari Level Terendah
Rabu, 06 Januari 2016 - 10:05 WIB
Harga Minyak Dunia Rebound dari Level Terendah
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah dunia balik menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (6/1/2015) setelah sempat menyentuh level terendah dalam 11 tahun terakhir dalam sesi sebelumnya. Tingginya pasokan minyak global ditambah ketegangan antara dua negara besar Iran dan Arab Saudi sempat membuat minyak dunia terus mengalami tekanan.
Dilansir Reuters, keretakan hubungan antara Arab Saudi dan Iran gagal meningkatkan harga minyak pekan ini, setelah spekulasi yang beredar menyebutkan anggota negara-negara eksportir minyak dunia (OPEC) kemungkinan setuju untuk memotong besaran produksi mereka.
Harga minyak mentah dunia naik sebesar 19 sen ke posisi USD36,16 per barel pada pukul 01,24 GMT waktu setempat, setelah tergelincir 79 sen dalam sesi sebelumnya. Sementara minyak mentah jenis Brent juga membaik 32 sen menjadi USD36,60 per barel, pasca sempat menyusut sebesar 80 sen.
"Kondisi Geopolitik ketika tensi ketegangan di Timur Tengah meningkat menyebabkan risiko terbalik pada pasar minyak mentah, setidaknya pada paruh pertama tahun ini," ucap seorang analis energi untuk database Clipper Data, Matt Smith.
Meski begitu kecemasan terkait meningkatnya stok ditambah tekanan harga, tidak berpengaruh kepada persediaan minyak di Amerika Serikat yang meningkat 439,000 barel minggu lalu. Data dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, menunjukkan stok minyak dunia turun 5,6 juta barel, sementara persediaan di Cushing, Oklahoma, sebesar 1,4 juta barel.
Dilansir Reuters, keretakan hubungan antara Arab Saudi dan Iran gagal meningkatkan harga minyak pekan ini, setelah spekulasi yang beredar menyebutkan anggota negara-negara eksportir minyak dunia (OPEC) kemungkinan setuju untuk memotong besaran produksi mereka.
Harga minyak mentah dunia naik sebesar 19 sen ke posisi USD36,16 per barel pada pukul 01,24 GMT waktu setempat, setelah tergelincir 79 sen dalam sesi sebelumnya. Sementara minyak mentah jenis Brent juga membaik 32 sen menjadi USD36,60 per barel, pasca sempat menyusut sebesar 80 sen.
"Kondisi Geopolitik ketika tensi ketegangan di Timur Tengah meningkat menyebabkan risiko terbalik pada pasar minyak mentah, setidaknya pada paruh pertama tahun ini," ucap seorang analis energi untuk database Clipper Data, Matt Smith.
Meski begitu kecemasan terkait meningkatnya stok ditambah tekanan harga, tidak berpengaruh kepada persediaan minyak di Amerika Serikat yang meningkat 439,000 barel minggu lalu. Data dari American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri, menunjukkan stok minyak dunia turun 5,6 juta barel, sementara persediaan di Cushing, Oklahoma, sebesar 1,4 juta barel.
(akr)
Lihat Juga :