BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Justru Naik

Rabu, 06 Januari 2016 - 15:30 WIB
BBM Turun, Harga Kebutuhan...
BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Justru Naik
A A A
KARANGANYAR - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak diikuti penurunan harga kebutuhan pokok. Harga kebutuhan pokok di daerah justru naik setelah harga BBM diturunkan.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kenaikan harga terjadi pada gula pasir dan minyak goreng. Kenaikan cukup siginifikan memberatkan pedagang dan konsumen. (Baca: Rincian Harga BBM dan Elpiji Terbaru)

Salah satu pedagang di Pasar Jungke Karanganyar, Supanto mengatakan, harga gula pasir naik menjadi Rp12.200-Rp12.500 setiap kilogram. Padahal, sebelumnya harga gula pasir berada pada angka Rp11.500-Rp12.000/kg.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah. Jika biasanya harga satu jerigen minyak ukuran 17 kilogram sebesar Rp130.000, saat ini sudah naik menjadi Rp140.000.

Harga tersebut, menurutnya, baru di tingkat suplier. Sementara harga jual dari pedagang ke konsumen pihaknya belum bisa memastikan berapa. Pasalnya, jika harga dinaikkan otomatis hal itu akan membuat konsumen menjerit. (Baca: Harga BBM Turun, Angkutan Umum Enggan Turunkan Tarif)

“Saya ini malah bingung, harga BBM turun kok harga kebutuhan pokok malah naik, dan naiknya juga cukup lumayan,” ujar Supanto, Rabu (6/1/2016).

Selain dua kebutuhan pokok tersebut, sejumlah kebutuhan lain juga masih stabil di angka tinggi. Pihaknya mencontohkan untuk bawang putih saat ini harga masih stabil di angka Rp25.000/kg. Padahal, harga standarnya hanya berkisar Rp20.000/kg.

Kenaikan harga bawang itu sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, namun saat BBM turun seperti ini harga bawang tetap stabil. (Baca: Harga BBM Turun, Angkutan Umum Enggan Turunkan Tarif)

Pedagang lainnya, Supri mengatakan, penurunan harga BBM juga tidak berpengaruh pada harga daging ayam. Saat ini, harga daging ayam masih berada di angka Rp32.000 setiap kilogram. Harga tersebut sudah berlangsung sebelum pergantian tahun yang lalu. Biasanya jika harga naik, kemungkinan untuk turun akan lebih sedikit.

Hal yang sama juga dirasakan Mugi, salah seorang pembeli. Menurutnya, harga daging sapi bertahan di angka Rp100.000 per kilogram. "Tingginya harga tidak dipengaruhi turunnya BBM. Tetapi lebih dipengaruhi harga hewan di tingkat peternak," katanya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respons Cepat Ganjar...
Respons Cepat Ganjar Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM
BBM Mahal, Pedagang...
BBM Mahal, Pedagang Pasar Pastikan Harga Sembako Ikut Naik
Ada Huru-hara OPEC+,...
Ada Huru-hara OPEC+, Harga Bensin dan Sembako Ikut Was-was
Kado Pahit Jelang Puasa:...
Kado Pahit Jelang Puasa: Sembako, Minyak Goreng, dan BBM Naik
Efek Harga BBM Mahal...
Efek Harga BBM Mahal Mulai Terlihat, Harga Daging Ayam dan Cabai Naik
KAMMI Tolak Kenaikan...
KAMMI Tolak Kenaikan BBM-Minta Kendalikan Harga Sembako
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
4 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
5 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
5 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
7 jam yang lalu
Infografis
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Turun 10 Persen Saat Nataru 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved