IHSG Diperkirakan Mixed Mencoba Menguat
Jum'at, 08 Januari 2016 - 08:05 WIB
IHSG Diperkirakan Mixed Mencoba Menguat
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed, terkonsolidasi mencoba menguat.
"Dengan range pergerakan yang akan berada di level 4.515-4.580," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Dia mengatakan, sentimen selanjutnya di akhir pekan di antaranya komposisi cadangan devisa di China, neraca perdagangan di Jerman dan nonfarm payrolls di Amerika Serikat (AS).
Sementara, IHSG kemarin mengikuti dengan ditutup turun cukup dalam hingga 78,53 poin atau 1,7% di level 4.530,44 dengan volume yang relatif tidak begitu besar.
Investor cenderung memperhatikan sentimen luar terutama di Asia setelah bank dunia kembali memangkas pertumbuhan ekonomi dunia di angka 2,9% dari 3,3%.
Investor asing pun tercatat net sell sebesar Rp461,8 miliar yang merupakan net sell pertama di tahun ini. Meskipun nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 0,11% sedikit menjauh dari level Rp14.000/USD.
"Sektor kosumer yang sebelumnya menjadi favorit investor terlihat terkoreksi cukup dalam," pungkasnya.
"Dengan range pergerakan yang akan berada di level 4.515-4.580," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Dia mengatakan, sentimen selanjutnya di akhir pekan di antaranya komposisi cadangan devisa di China, neraca perdagangan di Jerman dan nonfarm payrolls di Amerika Serikat (AS).
Sementara, IHSG kemarin mengikuti dengan ditutup turun cukup dalam hingga 78,53 poin atau 1,7% di level 4.530,44 dengan volume yang relatif tidak begitu besar.
Investor cenderung memperhatikan sentimen luar terutama di Asia setelah bank dunia kembali memangkas pertumbuhan ekonomi dunia di angka 2,9% dari 3,3%.
Investor asing pun tercatat net sell sebesar Rp461,8 miliar yang merupakan net sell pertama di tahun ini. Meskipun nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat 0,11% sedikit menjauh dari level Rp14.000/USD.
"Sektor kosumer yang sebelumnya menjadi favorit investor terlihat terkoreksi cukup dalam," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :