Kredit Menyusut, Pertumbuhan Uang Beredar Kembali Melambat

Jum'at, 08 Januari 2016 - 15:22 WIB
Kredit Menyusut, Pertumbuhan...
Kredit Menyusut, Pertumbuhan Uang Beredar Kembali Melambat
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan uang beredar luas (M2) mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya, dimana pada November 2015 tercatat sebesar Rp4.451,6 triliun. Angka tersebut tumbuh melambat dari 10,4% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 9,2% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara mengatakan, perlambatan pertumbuhan uang beredar tersebut terjadi pada komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi, sementara surat berharga selain saham terkontraksi lebih dalam.

Perlambatan uang beredar luas juga dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan kredit dan Aktiva Luar Negeri Bersih. "Posisi kredit pada akhir November 2015 tercatat sebesar Rp3.977,3 triliun, tumbuh melambat dari 10,1% (yoy) pada Oktober 2015 menjadi 9,5% (yoy)," jelasnya di Jakarta, Jumat (8/1/2015).

Sementara itu diterangkan pertumbuhan Aktiva Luar Negeri Bersih melambat dari 2,6% (yoy) pada Oktober 2015 menjadi 2,4% (yoy) pada November 2015. Dia melanjutkan, komponen uang beredar sempit tercatat sebesar Rp1.051,3 triliun, atau mengalami perlambatan dari 10,2% (yoy) pada Oktober 2015 menjadi 10,0% (yoy).

"Perlambatan uang beredar sempit tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan pertumbuhan uang kartal dari 9.8% (yoy) menjadi 7.9% (yoy), sementara simpanan giro rupiah meningkat," ujarnya.

Sedangkan, posisi uang kuasi pada November 2015 tercatat sebesar Rp3.385,4 triliun, tumbuh melambat dari 10,6% (yoy) pada Oktober 2015 menjadi 9,2% (yoy). "Perlambatan tersebut terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka dan simpanan giro valas," tandasnya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, penghimpunan simpanan masyarakat di bank (DPK) juga mengalami perlambatan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
13 menit yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
24 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
44 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
58 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
1 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved