Pertumbuhan Ekonomi 2016 Diprediksi Capai 5%
Sabtu, 09 Januari 2016 - 13:19 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2016 Diprediksi Capai 5%
A
A
A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2016 diprediksi akan berada di angka 5%. Pendorong pertumbuhan tersebut utamanya masih didominasi sektor konsumsi disertai dengan peningkatan kontribusi peran investasi dan pengeluaran pemerintah.
"Sedangkan untuk kontribusi ekspor masih menurun," kata Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (9/1/2015).
Disamping itu, menurutnya prospek aktivitas bisnis domestik diperkirakan mengalami perbaikan dalam jangka pendek, sejalan dengan ekspektasi berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi. (Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 Dikendalikan Negara Maju)
Sementara Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho juga menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik menjadi 5,3% pada tahun 2016, terutama berasal dari kenaikan permintaan domestik.
Dia mengungkapkan, investasi juga diperkirakan terus membaik, antara lain didorong oleh realisasi belanja modal pemerintah di akhir tahun. Mengikuti pola musimannya, konsumsi pemerintah diperkirakan juga terus membaik pada kuartal IV 2015.
Di sisi lain, komponen permintaan eksternal tampak melemah, terindikasi dari munculnya defisitperdagangan sebesar USD 346,4 juta pada November 2015.
"Ini adalah defisit bulanan yang pertama selama setahun terakhir dan Kami mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 dan 2016 di posisi 4,8% dan 5,3%," papar dia.
Menurutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 diproyeksi bersumber dari berlanjutnya pemulihan permintaan domestik sebagai akibat dari kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif.
"Dengan penurunan giro wajib minimum (GWM) primer rupiah yang terealisasi pada Desember 2015 akan menambah kapasitas bank untuk menyalurkan kredit lebih banyak ke sektor riil pada tahun 2016," tandasnya.
"Sedangkan untuk kontribusi ekspor masih menurun," kata Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listianto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (9/1/2015).
Disamping itu, menurutnya prospek aktivitas bisnis domestik diperkirakan mengalami perbaikan dalam jangka pendek, sejalan dengan ekspektasi berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi. (Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 Dikendalikan Negara Maju)
Sementara Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho juga menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan membaik menjadi 5,3% pada tahun 2016, terutama berasal dari kenaikan permintaan domestik.
Dia mengungkapkan, investasi juga diperkirakan terus membaik, antara lain didorong oleh realisasi belanja modal pemerintah di akhir tahun. Mengikuti pola musimannya, konsumsi pemerintah diperkirakan juga terus membaik pada kuartal IV 2015.
Di sisi lain, komponen permintaan eksternal tampak melemah, terindikasi dari munculnya defisitperdagangan sebesar USD 346,4 juta pada November 2015.
"Ini adalah defisit bulanan yang pertama selama setahun terakhir dan Kami mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 dan 2016 di posisi 4,8% dan 5,3%," papar dia.
Menurutnya, percepatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 diproyeksi bersumber dari berlanjutnya pemulihan permintaan domestik sebagai akibat dari kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif.
"Dengan penurunan giro wajib minimum (GWM) primer rupiah yang terealisasi pada Desember 2015 akan menambah kapasitas bank untuk menyalurkan kredit lebih banyak ke sektor riil pada tahun 2016," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :