BBM Turun, Harga Beras di Daerah Ini Malah Naik
Senin, 11 Januari 2016 - 11:14 WIB
BBM Turun, Harga Beras di Daerah Ini Malah Naik
A
A
A
KEFAMEMANU - Turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) rupanya tidak berdampak pada turunnya harga sembako di pasaran. Ini seperti terlihat di sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur yang mengeluhakn tingginya harga borongan dibanding sebelumnya.
"Beras yang kami pesan dari Sulawesi dulu Rp9.000 per kilogram (kg), sekarang sudah naik menjadi Rp12.000 per kg. Padahal itu beras biasa," keluh Hasnawi, pedagang di pasar baru Kefamenanu, Senin (11/1/2016).
Anehnya, keluhan yang sama juga dirasakan oleh sejumlah pembeli, mereka mengaku aneh dengan kebijkan pemerintah. Sebab turunnya harga BBM malah berdampak buruk bagi perekonomian, justru pengusaha besar yang merasakan keuntungan besar dibanding masyarakat miskin.
"Yang punya kendaraan merasa untung karena harga BBM sudah turun, tetapi kami masyarakat miskin yang mau beli beras untuk kebutuhan perut sekali makan justru tak mampu lagi sebab harga beras sudah melonjak tinggi," kata Yakobus warga kelurahan Benpasi.
Untuk itu, mereka berharap pemerintah segera memberikan penegasan atau melakukan operasi pasar agar para pedagang tidak seenaknya menaikkan harga yang mencekik pembeli.
"Beras yang kami pesan dari Sulawesi dulu Rp9.000 per kilogram (kg), sekarang sudah naik menjadi Rp12.000 per kg. Padahal itu beras biasa," keluh Hasnawi, pedagang di pasar baru Kefamenanu, Senin (11/1/2016).
Anehnya, keluhan yang sama juga dirasakan oleh sejumlah pembeli, mereka mengaku aneh dengan kebijkan pemerintah. Sebab turunnya harga BBM malah berdampak buruk bagi perekonomian, justru pengusaha besar yang merasakan keuntungan besar dibanding masyarakat miskin.
"Yang punya kendaraan merasa untung karena harga BBM sudah turun, tetapi kami masyarakat miskin yang mau beli beras untuk kebutuhan perut sekali makan justru tak mampu lagi sebab harga beras sudah melonjak tinggi," kata Yakobus warga kelurahan Benpasi.
Untuk itu, mereka berharap pemerintah segera memberikan penegasan atau melakukan operasi pasar agar para pedagang tidak seenaknya menaikkan harga yang mencekik pembeli.
(izz)
Lihat Juga :