Revisi DNI, Mendag Lembong Buka Pintu Lebar Asing Masuk RI

Selasa, 12 Januari 2016 - 17:42 WIB
Revisi DNI, Mendag Lembong...
Revisi DNI, Mendag Lembong Buka Pintu Lebar Asing Masuk RI
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) saat ini tengah menggodok revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 tahun 2014 tentang DNI. Revisi DNI ini dipersiapkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang telah berlaku sejak awal 2016.

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong menyambut positif langkah pemerintah merevisi DNI tersebut. Dia mengungkapkan, pemerintah lebih baik membuka pintu lebar untuk asing masuk ke Indonesia dibanding mereka lari dari Tanah Air.

Menurutnya, larangan investor asing untuk masuk ke Tanah Air justru akan membuat daftar barang yang diimpor Indonesia akan semakin banyak. Sebab, investor asing yang tidak boleh masuk ke Indonesia akan membangun pabriknya di luar negeri.

"Dari diskusi dalam sidang kabinet tadi, ini memang butuh perubahan paradigma. Buat saya, DNI itu seperti daftar nambah impor. Kenapa? Kalau kita melarang investor asing kesini, berarti terpaksa dia bikin pabrik di luar. Jadi barangnya yang kita impor," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Pria yang akrab disapa Tom Lembong ini menilai, larangan untuk investor asing justru akan menciptakan perusahaan-perusahaan nasional sangat pro impor. Sehingga, menurutnya akan lebih baik jika investornya yang didatangkan ke Indonesia.

"Daripada demikian, mending investornya yang datang kesini. Sehingga dia bikin pabrik disini, sarana dan prasaran disini dan akhirnya tidak perlu untuk impor. Ini perubahan paradigma mendasar," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, pembahasan mengenai DNI Indonesia idealnya bermuara pada kepentingan nasional Indonesia. "Salah satu unsur kepentingan nasional yang saat ini meningkat urgensinya adalah penciptaan lapangan kerja baru untuk dua juta orang pertahun," jelasnya

Kepala BKPM menambahkan, sektor padat karya merupakan salah satu sektor prioritas pemerintah untuk didorong. "Beberapa hal telah kita lakukan untuk mendorong sektor padat karya, di antaranya peluncuran Desk Khusus Tekstil dan Sepatu pada 15 Oktober 2015, peluncuran layanan investasi tiga jam," tukas Franky.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Bahlil Bandingkan Kinerja...
Bahlil Bandingkan Kinerja Investasi RI Saat Dipimpin Tom Lembong: Cuma Pintar Pidato
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
5 Alasan Tom Lembong...
5 Alasan Tom Lembong Ajukan Banding atas Vonis 4,5 Tahun Penjara
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Berita Terkini
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
6 menit yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
50 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
59 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
3 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved