Pelaku Ritel Keluhkan Sulit Dapat Sertifikasi Sehat
Selasa, 12 Januari 2016 - 21:39 WIB
Pelaku Ritel Keluhkan Sulit Dapat Sertifikasi Sehat
A
A
A
JAKARTA - General Manajer PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid mengatakan, saat ini yang dihadapi oleh para pengusaha ritel khususnya di daerah-daerah adalah sulitnya mendapatkan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) atau sertifikat kelayakan dasar jaminan keamanan pangan asal hewan. Hal ini menurut para pelaku ritel karena minimnya tenaga surveyer di daerah-daerah yang melakukan survey ke pasar retail.
Karena itu Dia menekankan kepada pemerintah yang berwenang atas ini, untuk menambah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk surveyer pasar retail di daerah, agar pasar-pasar tersebut mendapat sertifikasi yang lengkap seperti pasar di kota besar.
"Iya, minimnya tenaga surveyer jadi kendala. Kita ada toko di daerah. Tapi minimnya surveyer ini menyebabkan lama untuk mendapatkan NKV. Pemerintah seharusnya menyiapkan SDM yang memadai untuk mendukung pasar retail daerah," jelasnya di Jakarta, Selasa (12/1/2015).
(Baca Juga: Pengusaha Rumah Potong Bantah Pasok Ayam Tak Sehat ke Supermarket)
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey. Menurutnya retailer sangat membutuhkan ekspansi ke daerah-daerah agar bisa menghadapi situasi ekonomi yang serba tidak menentu ini.
"Para retailer daerah, nafasnya adalah ekspansi. Kalau kita mau ekspansi ke daerah, tapi dinas pertanian SDM-nya tidak mencukupi, jadi NKV di pasar itu tidak langsung ada. Ini peran dari pemerintah, sebagai regulator, tolong tambah SDM sehingga ekspansi dari pelaku usaha membawa produsen terakomodasi dengan baik," ungkapnya.
Dia juga memastikan bahwa retailers yang ada di daerah memiliki sertifikat. Tinggal bagaimana pemerintah bisa mendukung retailers yang lain untuk dapatkan sertifikat dengan mudah dan tidak memakan waktu banyak.
"Ya sekarang kalau kita sudah buka di daerah, terus masyarakat tanya mana NKV atau sertifikat sehatnya? Kita bilang, sedang proses, ya mereka tidak bisa terima. Harus jadi dulu sertifikatnya baru mereka mau belanja," pungkasnya.
Karena itu Dia menekankan kepada pemerintah yang berwenang atas ini, untuk menambah Sumber Daya Manusia (SDM) untuk surveyer pasar retail di daerah, agar pasar-pasar tersebut mendapat sertifikasi yang lengkap seperti pasar di kota besar.
"Iya, minimnya tenaga surveyer jadi kendala. Kita ada toko di daerah. Tapi minimnya surveyer ini menyebabkan lama untuk mendapatkan NKV. Pemerintah seharusnya menyiapkan SDM yang memadai untuk mendukung pasar retail daerah," jelasnya di Jakarta, Selasa (12/1/2015).
(Baca Juga: Pengusaha Rumah Potong Bantah Pasok Ayam Tak Sehat ke Supermarket)
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey. Menurutnya retailer sangat membutuhkan ekspansi ke daerah-daerah agar bisa menghadapi situasi ekonomi yang serba tidak menentu ini.
"Para retailer daerah, nafasnya adalah ekspansi. Kalau kita mau ekspansi ke daerah, tapi dinas pertanian SDM-nya tidak mencukupi, jadi NKV di pasar itu tidak langsung ada. Ini peran dari pemerintah, sebagai regulator, tolong tambah SDM sehingga ekspansi dari pelaku usaha membawa produsen terakomodasi dengan baik," ungkapnya.
Dia juga memastikan bahwa retailers yang ada di daerah memiliki sertifikat. Tinggal bagaimana pemerintah bisa mendukung retailers yang lain untuk dapatkan sertifikat dengan mudah dan tidak memakan waktu banyak.
"Ya sekarang kalau kita sudah buka di daerah, terus masyarakat tanya mana NKV atau sertifikat sehatnya? Kita bilang, sedang proses, ya mereka tidak bisa terima. Harus jadi dulu sertifikatnya baru mereka mau belanja," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :